Debat tentang pemain yang dikembangkan di sistem sepak bola Jerman namun memilih mewakili negara lain kembali memanas, dan bek tengah Jonathan Tah memberikan pandangan yang jujur dan menyentuh. 

Menjelang dua pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia, pemain andalan Die Mannschaft itu menegaskan bahwa keputusan untuk memilih tim nasional senior harus datang dari tempat yang paling tulus.

Keputusan Bintang Muda Pindah Timnas

Pernyataan Tah ini muncul tak lama setelah bintang muda yang dibina di Jerman, Ibrahim Maza, mengumumkan keputusannya untuk bermain bagi Tim Nasional Aljazair, bukan Jerman, meski telah membela tim junior Die Mannschaft.

Kasus ini mengikuti jejak beberapa talenta lain, seperti Can Uzun yang memilih Turki, yang telah memicu perdebatan di internal Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), di mana muncul usulan agar ada kompensasi finansial bagi klub yang telah mengembangkan pemain tersebut.

Baca juga: David Raum Senang Jadi Perekat Para Bintang di Timnas Jerman

Tah, yang memiliki darah Pantai Gading dari ayahnya namun memilih Jerman, berbicara dari pengalaman pribadinya.

"Bagi setiap orang, itu adalah keputusan individu dan setiap orang melihatnya secara berbeda. Bagi saya, ini adalah keputusan dari hati," ujar Tah.

Pemain berusia 29 tahun itu menambahkan bahwa ia tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat pilihannya ketika didekati oleh Pantai Gading di usia 17 tahun. "Saya dengan cepat mengatakan tidak. Saya telah melalui semua tim nasional usia muda Jerman dan saya ingin bermain untuk Jerman. Itu adalah keputusan individu dan saya melihatnya sebagai keputusan hati," katanya.

Sinyal untuk DFB

Pandangan Tah memberikan perspektif yang sangat penting di tengah wacana DFB yang lebih berorientasi pada aspek teknis dan finansial. 

Dengan menyoroti akar dari keputusan tersebut sebagai pendorong utama, Tah secara implisit menunjukkan bahwa federasi mungkin perlu lebih fokus pada faktor emosional dan hubungan pribadi dalam upaya mereka mempertahankan pemain bertalenta ganda.

Meskipun pertanyaan tentang kompensasi finansial tetap menjadi isu yang disuarakan oleh para petinggi DFB, fokus Tah ada pada kemurnian pilihan sang pemain.

Baca juga: Jerman Fokus Total Amankan Dua Kemenangan dan Tiket Piala Dunia

Tah, yang diperkirakan akan menambah koleksi caps-nya saat Jerman bertandang ke Luksemburg dan menjamu Slovakia, kini adalah pilar pertahanan tim yang berusaha mengamankan posisi puncak Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Intensitas pembinaan dan kualitas skuad Jerman tak diragukan, tetapi fenomena kehilangan talenta menunjukkan bahwa ada koneksi yang lebih dalam, yang seringkali mengalahkan jalur karier yang paling jelas sekalipun. Pernyataan Tah ini menjadi pengingat bagi dunia sepak bola bahwa dalam olahraga yang dipenuhi uang dan strategi, loyalitas dan jati diri tetap menjadi penentu tertinggi.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!