Jerman Fokus Total Amankan Dua Kemenangan dan Tiket Piala Dunia
Pelatih kepala tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, telah mengeluarkan ultimatum yang tegas menjelang dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan posisi puncak grup yang belum sepenuhnya aman, Nagelsmann menyatakan tidak ada waktu untuk eksperimen; Die Mannschaft hanya akan memprioritaskan enam poin penuh demi mengunci tiket otomatis ke turnamen tahun depan.
Jerman, yang akan melawat ke Luksemburg pada hari Sabtu (15/11) sebelum menjamu Slovakia tiga hari kemudian, berada di puncak Grup A dengan sembilan poin, unggul selisih gol dari Slovakia di posisi kedua. Dua kemenangan dalam dua laga ini adalah satu-satunya jaminan untuk menghindari skenario playoff yang rumit dan penuh risiko.
Fokus Total, Bukan Eksperimen
Pada konferensi pers hari Senin, Nagelsmann menekankan bahwa kondisi tim saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk mencoba-coba formasi atau pemain baru. Tekanan untuk mengamankan kualifikasi langsung sangat besar, mengingat penampilan mengecewakan Jerman di dua edisi Piala Dunia terakhir.
"Kami ingin memiliki keseimbangan yang baik [dalam skuad]," kata Nagelsmann. "Kami ingin memiliki dua pemain di setiap posisi. Namun, yang paling penting adalah sukses di pertandingan ini, meraih enam poin, dan lolos ke Piala Dunia."
Baca juga: Pemain yang Diandalkan Jerman Pada Piala Dunia 2006
Nagelsmann menegaskan bahwa timnya harus bergantung pada kekuatan mereka sendiri, bukan pada hasil tim lain. "Kami tidak bergantung pada hasil lain, hanya mengandalkan kinerja tim kami. Ini adalah titik awal yang bagus, tetapi kami masih harus menyelesaikannya dengan sukses," tegas pelatih berusia 38 tahun itu.
Lupakan Kritik dan Keraguan
Fokus Nagelsmann yang tak tergoyahkan ini muncul di tengah kritik publik dan para pakar sepak bola, yang mempertanyakan keputusan pelatih untuk terus bereksperimen, bahkan ketika hasil-hasil krusial dibutuhkan.
Kekalahan mengejutkan 2-0 dari Slovakia pada September lalu menjadi catatan kelam yang membuat posisi Jerman dalam grup sempat goyah.
"Kami tidak memiliki kemewahan untuk melakukan kesalahan lagi," ujar Nagelsmann, merespons pertanyaan tentang performa timnya.
Dalam konteks seleksi skuad, Nagelsmann juga menimbulkan perdebatan, terutama setelah mengabaikan gelandang VfB Stuttgart, Angelo Stiller. Namun, ia memastikan pintu bagi Stiller tidak tertutup untuk turnamen besar tahun depan, dengan mengatakan bahwa saat ini ia melihat pemain lain sedikit lebih unggul di posisi yang sama.
Baca juga: Meski Menang Lawan Irlandia Utara, Nagelsmann Akui Jerman Main Jelek
Melangkah Jauh di Turnamen
Bagi juara dunia empat kali itu, lolos ke Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, adalah langkah awal yang mutlak. Setelah tersingkir di babak grup pada dua edisi terakhir (2018 dan 2022), ambisi Die Mannschaft jelas jauh melampaui sekadar kualifikasi.
Dengan dua pertandingan yang menentukan di depan mata, pesan Nagelsmann kepada para pemainnya sangat jelas: hasil lebih penting daripada gaya bermain. Semua kreativitas, kecepatan, dan talenta yang dimiliki harus diubah menjadi efisiensi di depan gawang demi mengamankan tempat mereka di panggung global.