Jerman tanpa ampun melumat tim debutan Curacao dengan skor telak 7-1 dalam laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Houston Stadium. Karakter asli tim panser yang dingin dan mematikan langsung terlihat sejak menit awal melalui dominasi serangan yang bertubi-tubi. Hasil mencolok ini seolah mereplikasi kemenangan legendaris Jerman atas Brasil pada semifinal sepuluh tahun silam, sekaligus mengirim sinyal bahaya bagi tim-tim rival di turnamen ini.

Meski papan skor menunjukkan perbedaan kelas yang sangat jauh, publik di stadion tetap menjadi saksi dari sebuah momen bersejarah bagi tim nasional dari kepulauan Karibia tersebut. Curacao, yang datang sebagai negara dengan jumlah populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, tidak sekadar menjadi pelengkap. Selama tujuh belas menit yang penuh drama, mereka sempat membuat juara dunia empat kali itu ketar-ketir.

Gol Kilat Nmecha dan Balasan Curacao

Anak asuh Julian Nagelsmann yang mengemban misi menghapus memori buruk dari kekalahan di laga-laga pembuka turnamen sebelumnya, langsung tancap gas sejak peluit pertama berbunyi. Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Felix Nmecha bekerja sama dengan Florian Wirtz sebelum melepaskan tendangan melengkung rendah yang gagal dihalau Eloy Room. Gol tersebut menjadi yang tercepat di turnamen sejauh ini.

Gol kilat itu awalnya diprediksi akan menjadi awal dari pesta gol yang mudah, namun Curacao yang dipimpin oleh pelatih veteran Dick Advocaat memberikan perlawanan mengejutkan. Pada menit ke-21, gemuruh penonton di Houston pecah menjadi sebuah histeria.

Baca juga: Tak Remehkan Curacao, Tapi Schlotterbeck Yakin Jerman Bisa Menang

Melalui skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Jerman, kapten Leandro Bacuna melepaskan tembakan awal yang sempat diblok. Bola liar kemudian jatuh ke kaki pemain berusia dua puluh satu tahun, Livano Comenencia. Gelandang muda ini melepaskan tendangan kaki kiri keras di tengah kepungan pemain bertahan lawan yang berbelok arah dan melewati kiper Manuel Neuer. Gol tersebut menjadi gol pertama sepanjang sejarah Curacao di panggung Piala Dunia.

Jerman Kembalikan Keunggulan

Gol penyeimbang tersebut langsung menjadi alarm pembangun yang efektif bagi Die Mannschaft. Skuad Nagelsmann merespons dengan meningkatkan intensitas permainan secara drastis, mengalirkan bola dengan kecepatan tinggi, dan mengurung pertahanan Curacao dengan sangat rapat.

Upaya mengembalikan keunggulan membuahkan hasil pada menit ke-38 lewat eksekusi tendangan sudut akurat dari Nathaniel Brown yang berhasil disambut sundulan tajam oleh Nico Schlotterbeck. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di masa babak tambahan waktu, kelincahan kaki Nmecha memaksa Riechedly Bazoer melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Kai Havertz yang maju sebagai algojo dengan tenang mengecoh Eloy Room untuk membawa Jerman unggul dengan margin dua gol sebelum turun minum.

Amukan di Babak Kedua

Harapan Curacao untuk memberikan perlawanan lebih lanjut langsung sirna saat babak kedua baru berjalan enam puluh sembilan detik. Joshua Kimmich mengirimkan umpan matang kepada Jamal Musiala. Ia kemudian melepaskan tembakan dari sudut sempit untuk menjadikan skor 4-1.

Setelah gol tersebut, perbedaan kualitas fisik dan taktik antar kedua tim menjadi pembeda yang terlalu besar bagi tim debutan. Pada menit ke-68, bek kiri Nathaniel Brown melengkapi penampilan debutnya di Piala Dunia dengan ikut mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan umpan lambung cerdas dari Deniz Undav untuk dikonversi menjadi gol voli yang tenang.

Baca juga: Fred Rutten Pastikan Curacao Bukan Numpang Lewat di Piala Dunia 2026

Sepuluh menit berselang, pemain pengganti Deniz Undav mencetak golnya sendiri melalui sontekan jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Kimmich yang memilih tidak egois di depan gawang. Pesta gol Jerman akhirnya ditutup oleh gol kedua Kai Havertz pada menit ke-88, yang memanfaatkan asis kedua dari Undav dengan sebuah tendangan cungkil cerdik melewati kepala Eloy Room yang bergerak maju.

Rekor Baru dan Langkah Selanjutnya

Di luar banjir gol yang tercipta, laga ini juga mencatatkan rekor legendaris untuk posisi penjaga gawang Jerman. Di usianya yang menginjak 40 tahun 79 hari, Manuel Neuer resmi menjadi pemain tertua yang pernah tampil membela Jerman di turnamen internasional mayor, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Lothar Matthäus pada Euro 2000. 

Pertandingan ini juga menyajikan catatan unik di pinggir lapangan dengan jarak usia terjauh antara dua pelatih dalam sejarah Piala Dunia, mempertemukan Advocaat yang berusia 78 tahun dengan Nagelsmann yang baru berusia 38 tahun.

Kemenangan meyakinkan ini menempatkan Jerman di posisi puncak klasemen sementara Grup E sebelum mereka bertolak ke Toronto untuk menghadapi tantangan fisik dari Pantai Gading pada hari Minggu. Di sisi lain, Curacao tetap bisa pulang dengan kepala tegak berkat gol bersejarah mereka, sembari mengalihkan fokus untuk menghadapi laga krusial melawan Ekuador di Kansas City.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!