Gol Telat Lundgren Selamatkan Muka Swedia Lawan Slovenia
Tim Nasional Swedia menutup kampanye Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Grup B dengan rasa frustrasi yang mendalam. Dalam pertandingan yang seharusnya menjadi perayaan di Strawberry Arena, Blågult dipaksa berjuang keras untuk meraih hasil imbang 1-1 melawan Slovenia.
Hasil ini, meskipun mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun mereka di grup, memastikan Swedia finis di posisi juru kunci dan menyelesaikan enam pertandingan kualifikasi tanpa meraih satu pun kemenangan, sebuah rekor suram bagi salah satu negara sepak bola terkemuka di Eropa.
Rapuh di Bawah Potter
Di bawah manajer baru Graham Potter, yang mengambil alih skuad di tengah kualifikasi, Swedia bertekad untuk menunjukkan peningkatan performa dan membangun momentum menjelang babak play-off yang sudah mereka amankan melalui jalur UEFA Nations League. Namun, malam itu diwarnai oleh kerentanan pertahanan yang terlihat di laga-laga sebelumnya.
Babak pertama berlalu tanpa gol, tetapi Slovenia, yang sudah tersingkir dari persaingan, tampil lebih berbahaya dalam serangan balik dan memiliki expected goals (xG) yang jauh lebih tinggi.
Baca juga: Graham Potter Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru Swedia dalam Misi Kilat Piala Dunia
Bencana bagi tuan rumah terjadi pada menit ke-64. Setelah kesalahan fatal di lini tengah, pemain Slovenia Andraž Šporar dengan cepat merebut bola dan memberikan umpan akurat. Gelandang Timi Elšnik memanfaatkan hadiah itu dengan tembakan jarak dekat yang tak terhindarkan, membuat kiper Jacob Widell Zetterström tak berdaya.
Gol tersebut menandai kelima kalinya Swedia kebobolan gol pembuka dalam kampanye kualifikasi ini, menyoroti masalah mental dan konsentrasi yang harus diatasi oleh Potter.
Lundgren Sang Penyelamat yang Tak Terduga
Swedia harus berterima kasih pada semangat pantang menyerah mereka. Saat waktu tersisa sedikit dan pendukung mulai gelisah, gelandang Gustav Lundgren muncul sebagai pahlawan tak terduga.
Di menit ke-87, setelah umpan silang jauh dari Alexander Bernhardsson, Gustaf Lagerbielke berhasil menjaga bola tetap hidup di tiang jauh. Sodoran bek itu langsung disambut oleh Lundgren dengan tendangan setengah voli yang akurat, merobek jaring Slovenia dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol telat itu menjadi titik cerah pertama yang diraih Swedia di bawah era Potter, sekaligus poin kedua mereka di Grup B, mengakhiri rekor kekalahan mereka.
Meskipun hasil imbang ini mencegah Swedia mencatat rekor kualifikasi Piala Dunia tanpa poin, Blågult harus menghadapi kenyataan bahwa mereka finis di posisi terbawah grup, sebuah indikasi nyata dari pekerjaan berat yang menunggu Graham Potter.
Baca juga: Swedia Pecat Tomasson Setelah Bencana di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Fokus Penuh ke Play-off Hidup-Mati
Dengan nasib yang sudah ditentukan, kini semua mata di Swedia tertuju pada babak play-off pada Maret 2026. Beruntung bagi Swedia, performa mereka di UEFA Nations League telah memberi mereka jaring pengaman, tetapi momentum yang mereka bawa ke pertandingan gugur itu sangat minim.
Potter dan timnya harus segera menemukan solusi atas masalah pertahanan dan kurangnya ketajaman di lini serang, terutama dari bintang-bintang seperti Alexander Isak dan Viktor Gyökeres, jika mereka ingin menghindari aib gagal lolos ke Piala Dunia.