Gol Menit Akhir Bawa Aljazair Permalukan Belanda di Rumah Sendiri
Rekor sepuluh pertandingan tak terkalahkan milik tim nasional Belanda akhirnya runtuh secara mengejutkan. Skuad asuhan Ronald Koeman dipaksa bertekuk lutut setelah kalah tipis 0-1 dari Aljazair dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Feijenoord 'De Kuip', Kamis (4/5) dini hari WIB.
Sebuah gol spektakuler di menit ke-86 dari pemain pengganti Anis Hadj Moussa menjadi pembeda dalam laga ini. Gol tersebut sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi Oranje dalam rangkaian persiapan mereka menuju putaran final Piala Dunia, sekaligus menjadi sejarah baru bagi Aljazair yang sukses mencatatkan kemenangan perdana atas Belanda di level senior.
Dominasi Oranje yang Tumpul
Tampil di hadapan lebih dari 40.000 pendukungnya yang memadati De Kuip, Belanda langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Mengandalkan motor serangan seperti Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders di lini tengah, tuan rumah mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 53%.
Meski terus mengurung pertahanan Aljazair, penyelesaian akhir yang buruk menjadi musuh utama Cody Gakpo dan kolega. Bomber Donyell Malen tercatat melepaskan empat tembakan sepanjang laga, termasuk dua peluang emas yang mentah serta satu sepakan yang hanya membentur tiang gawang.
Baca juga: Panas Ekstrem di Piala Dunia, Koeman Sebut Mustahil Belanda Mainkan Total Football
Di sisi lain, lini pertahanan Aljazair tampil sangat solid dan disiplin. Kiper tim tamu, Luca Zidane, menjadi pahlawan di bawah mistar gawang dengan melakukan enam penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan sundulan beruntun dari Gakpo dan Malen di akhir babak pertama demi menjaga skor tetap kacamata hingga jeda.
Eksperimen Massal Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, Ronald Koeman melakukan perombakan massal untuk menguji kedalaman skuadnya. Sang kapten Virgil van Dijk dan Micky van de Ven ditarik keluar untuk memberikan menit bermain kepada Nathan Aké dan Jorrel Hato. Sektor penjaga gawang juga mengalami rotasi dengan masuknya Robin Roefs menggantikan Bart Verbruggen.
Aljazair, di bawah arahan taktis yang disiplin, juga melakukan lima penyegaran di awal babak kedua, termasuk memasukkan Anis Hadj Moussa. Perubahan ini membuat tim Afrika Utara tersebut tampil lebih seimbang dan mulai berani keluar menekan lewat skema serangan balik cepat yang langsung merepotkan barisan pertahanan baru Belanda.
Melihat kebuntuan yang tak kunjung pecah, Koeman kembali memasukkan empat pemain baru sekaligus pada menit ke-69, termasuk Teun Koopmeiners dan Quinten Timber. Namun, alur serangan Belanda justru tampak kehilangan ritme dan kesulitan menembus blok rendah yang digalang oleh Zineddine Belaïd di jantung pertahanan Aljazair.
Sengatan Mematikan Hadj Moussa
Petaka bagi publik Rotterdam akhirnya datang empat menit sebelum waktu normal berakhir. Melalui sebuah transisi cepat, Nabil Bentaleb dengan cerdik melihat celah di sisi kanan pertahanan Belanda dan mengirimkan umpan terukur kepada Hadj Moussa.
Baca juga: Ultimatum Koeman, Depay Harus Buktikan Bisa Fit Menjelang Piala Dunia 2026
Penyerang sayap milik Feyenoord tersebut, yang bermain di stadion rumahnya sendiri, melakukan tusukan ke dalam kotak penalti, mengecoh bek pengawal, sebelum melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang indah ke pojok tiang jauh. Bola yang mengalir deras gagal dijangkau oleh Robin Roefs, mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Aljazair.
Koeman langsung merespons dengan memasukkan Brian Brobbey di menit ke-88 untuk menemani Wout Weghorst yang sudah masuk lebih dulu guna menambah daya dobrak udara. Namun, hingga empat menit tambahan waktu berakhir, pertahanan kokoh The Desert Foxes tetap tidak goyah.
Kekalahan ini tentu menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi krusial bagi Ronald Koeman sebelum skuadnya bertolak ke Amerika Serikat. Tumpulnya lini serang saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan jika Oranje ingin berbicara banyak di panggung dunia pekan depan.