Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara mengejutkan melayangkan penawaran resmi kepada mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, untuk memimpin tim nasional Italia. Laporan dari Sky in Italy mengonfirmasi bahwa direktur teknik anyar FIGC, Paolo Maldini, bersama Leonardo telah menggelar pertemuan tatap muka selama tiga hari di Barcelona demi membujuk juru taktik asal Catalonia tersebut menjadi suksesor di kursi kepelatihan Azzurri.

Langkah berani ini diambil FIGC menyusul kegagalan Italia melenggang ke Putaran Final Piala Dunia tiga kali berturut-turut yang berujung pada mundurnya Gennaro Gattuso. Menjadikan Guardiola sebagai sasaran utama merupakan wujud ambisi besar federasi untuk merombak total filosofi permainan Italia dan mengembalikan kejayaan sang juara dunia empat kali di kancah internasional.

Koneksi Italia dan Misi Besar Maldini

Penunjukan Paolo Maldini untuk memimpin departemen teknis FIGC langsung berdampak pada arah pergerakan federasi. Maldini dan hierarki FIGC melihat Guardiola sebagai figur ideal untuk membangun fondasi baru tim nasional.

Baca juga: Bantah Rumor Latih Italia, Guardiola Tegaskan Belum Mau Kembali Melatih

Bagi Guardiola, Italia bukanlah wilayah yang asing. Ia pernah merumput di Serie A bersama Brescia dan AS Roma semasa menjadi pemain, fasih berbahasa Italia, serta dalam beberapa kesempatan pernah menyiratkan ketertarikannya untuk menjajal tantangan melatih di level tim nasional.

Ganjalan Rencana Istirahat

Meski prospek menangani tim nasional sebesar Italia sangat menarik, tantangan terbesar FIGC ada pada keputusan pribadi Guardiola. Selepas mengakhiri era emas 10 tahun di Manchester City pada bulan Mei lalu dengan torehan 20 trofi bergengsi termasuk enam gelar Premier League dan satu Champions League, pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan keinginannya untuk istirahat sejenak dari dunia kepelatihan.

“Saya mulai melatih ketika berusia 37 tahun dan segala sesuatu dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola. Sekarang saya ingin menemukan kehidupan dan bahagia melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan sepak bola,” jelas Guardiola.

“Saya mencoba memahami seperti apa hidup saya nantinya. Saya memutuskan untuk berhenti karena saya ingin lebih menjaga diri sendiri. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak saya dan dengan ayah saya, yang berusia 95 tahun dan masih hidup. 

Baca juga: Conte Tegaskan Belum Ada Kontak dari FIGC Terkait Kursi Kepelatihan Italia

“Saya sekarang berusia 56 tahun, saya tidak muda lagi, jadi perspektif Anda berubah. Saya masih menyesuaikan diri dengan babak baru ini, tetapi semuanya berjalan cukup baik.”

Pilihan Alternatif FIGC

Apabila FIGC gagal merayu sang maestro untuk mengakhiri masa rehatnya lebih cepat, sejumlah nama alternatif telah disiapkan. Mantan pelatih Azzurri Roberto Mancini, yang mengantar Italia menjuarai Euro 2020, serta legenda timnas Andrea Pirlo masuk dalam bursa calon suksesor.

Kendati demikian, fakta bahwa FIGC membuka negosiasi langsung dengan Guardiola menegaskan satu hal: Italia hanya menginginkan sosok kelas dunia untuk memimpin era baru sepak bola mereka.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!