Deschamps Sanjung Kedalaman Skuad Prancis Setelah Absennya Bintang Utama
Pelatih kepala Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps, mengaku sangat puas dengan penampilan timnya dalam kemenangan 3-1 atas Azerbaijan di laga penutup Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kepuasan Deschamps bukan hanya pada hasil akhir, yang mengamankan rekor tak terkalahkan di Grup D, tetapi pada respons yang ditunjukkan oleh pemain lapis kedua saat bintang-bintang utama diistirahatkan.
Deschamps sengaja merotasi seluruh skuadnya setelah memastikan tiket lolos otomatis, dan para pemain muda serta pemain yang minim menit bermain telah menjawab tantangan tersebut dengan gemilang.
Pemain Lapis Dua Jadi Bintang
Dalam pertandingan di Baku, Les Bleus bermain tanpa pemain kunci seperti Kylian Mbappé. Sementara Deschamps merotasi nama-nama besar seperti Mike Maignan, Michael Olise, William Saliba dan Dayot Upamecano.
Deschamps menyoroti bagaimana para pemain pengganti mampu mengendalikan situasi setelah kebobolan gol di menit keempat.
Pelatih peraih Piala Dunia ini secara khusus memuji kontribusi dari sayap kanan. Bek muda Malo Gusto dipuji karena overlapping yang efektif dan mencatatkan dua assist penting.
Sementara itu, Jean-Philippe Mateta (pencetak gol pertama) dan Maghnes Akliouche (pencetak gol kedua dan gol debutnya) membuktikan bahwa mereka adalah opsi serangan yang layak dipertimbangkan di masa depan.
"Rata-rata kami mencetak sedikit di atas dua gol per pertandingan, itu sangat bagus," kata Deschamps.
"Mateta baru menjadi starter untuk kedua kalinya dan dia mencetak gol sundulan yang indah. Jadi, itu bagus untuk kami dan untuknya."
Baca juga: Prancis Comeback Atasi Azerbaijan 3-1, Tutup Kualifikasi Tanpa Kekalahan
Soal Akliouche, Deschamps mengatakan, "Dia terus berkembang pesat.”
"Dengan temperamennya, dia agak tertutup di awal, tetapi sekarang dia lebih terbuka. Dia sekarang mencetak gol, dia memanfaatkan waktu bermainnya sebaik mungkin. Dia berhasil melangkah maju."
Penyerang Liverpool, Hugo Ekitike, memulai dari posisi sayap kiri, dan meskipun hanya melepaskan satu tembakan, Deschamps merasa sang striker mampu menangani situasi dengan baik.
"Ekitike juga semakin percaya diri," tambah Deschamps.
"Dia pemain muda dengan dinamisme tinggi dan mampu mengekspresikan dirinya dengan staminanya untuk bergerak di lapangan serta kemampuannya menembus pertahanan lawan dengan kecepatannya.
"Jadi, mereka adalah dua pemain lain yang perlu dipertimbangkan di lini serang ke depannya."
Fokus Beralih ke Turnamen Besar
Setelah mengakhiri kualifikasi dengan selisih enam poin di puncak grup, Deschamps kini bisa fokus sepenuhnya pada persiapan taktis menuju Piala Dunia 2026.
Baca juga: Prancis Hancurkan Ukraina 4-0, Les Bleus Kunci Tiket Otomatis Piala Dunia
Keberhasilan para pemain pengganti ini memberikan Les Bleus keunggulan strategis yang jarang dimiliki tim lain: kemampuan untuk mengistirahatkan bintang tanpa mengorbankan kualitas di lapangan.
Pernyataan Deschamps ini jelas mengirimkan pesan kepada para pesaing global: Prancis tidak hanya memiliki starting XI yang menakutkan, tetapi juga memiliki kedalaman skuad yang sangat dalam, siap mengatasi cedera dan kelelahan dalam format turnamen yang panjang.