Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan bahwa pasukannya sudah sangat siap menghadapi kualitas permainan Meksiko sekaligus tekanan masif dari suporter tuan rumah pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Kamis waktu setempat. Berbicara dalam konferensi pers di Stadion Azteca yang ikonik, juru taktik berusia 74 tahun tersebut memastikan Bafana Bafana bakal tampil habis-habisan demi mencuri poin dari tim yang ia sebut sebagai kompetitor terkuat di Grup A.  

Pertandingan ini membawa memori tersendiri bagi pencinta sepak bola, mengingat persis 16 tahun lalu kedua negara juga bentrok di laga pembuka Piala Dunia 2010 di Johannesburg. Bedanya, kali ini Afrika Selatan harus bertindak sebagai tim tamu, menantang El Tri di hadapan sekitar 85.000 pendukung fanatiknya di Mexico City.  

Hadapi Dukungan Masif Tuan Rumah di Azteca

Bagi Hugo Broos, atmosfer mencekam Stadion Azteca bukanlah hal baru. Mantan penggawa timnas Belgia ini pernah merasakan langsung magis stadion tersebut saat bertanding melawan Meksiko di Piala Dunia 1986 silam. Pengalaman berharga itulah yang kini ia tularkan kepada skuad mudanya agar tidak terdistraksi oleh gemuruh penonton.  

Baca juga: Ikatan Darah Terpisah Bendera: Kisah Saudara Kandung Warnai Piala Dunia 2026

"Akan ada banyak penonton dan tidak akan ada banyak dukungan dari Afrika Selatan," kata Broos. "Jadi itu sangat membantu mereka. Mereka akan memiliki 85.000 pendukung Meksiko yang berteriak dan bernyanyi.

“Tetapi kita harus fokus sepenuhnya pada permainan kita. Jika kita bisa melakukan itu, jika kita tidak terlalu terpengaruh oleh kebisingan 85.000 pendukung Meksiko, maka kita bisa memainkan pertandingan yang bagus.

Menantang Tim Terkuat Grup A

Broos tidak ragu melayangkan pujian untuk calon lawannya. Berdasarkan catatan performa terakhir, Meksiko dinilai tengah berada di puncak rasa percaya diri mereka setelah menyapu bersih mayoritas laga uji coba menjelang turnamen.

"Saya pikir mereka (Meksiko) telah memenangkan hampir semua dari 10 pertandingan terakhir mereka,” tambah Broos.

“Jadi mereka akan menjadi tim yang bermain dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka adalah tim terbaik di grup ini. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Kita perlu berada di level terbaik kita, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa tim kami siap untuk berjuang untuk setiap meter dan setiap bola."

Baca juga: Guillermo Ochoa Masuk Skuad Meksiko, Siap Menuju Piala Dunia Keenam

Meski menyadari status Meksiko sebagai favorit utama, kapten tim Ronwen Williams dan kolega datang bukan tanpa modal. Keberhasilan memuncaki babak kualifikasi zona CAF menjadi bukti sahih bahwa organisasi permainan Bafana Bafana di bawah asuhan Broos kini jauh lebih solid dan disiplin.

Mimpikan Akhir Indah

Bagi Hugo Broos sendiri, Piala Dunia 2026 ini dipastikan menjadi tarian terakhirnya di dunia sepak bola profesional. Pelatih asal Belgia tersebut telah mengonfirmasi akan pensiun begitu perjalanan Afrika Selatan di turnamen ini berakhir.  

“Tidak ada seorang pun di Hollywood yang bisa menulis skenario yang lebih baik. Saya bermimpi tentang akhir yang indah di mana Afrika Selatan mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah tiga kali tersingkir di babak pertama. Tiga poin akan membawa kita lolos,” tutur Broos.

“Ketika Afrika Selatan tersingkir dari turnamen ini, saya akan mengucapkan selamat tinggal pada sepak bola. Saya berusia 74 tahun tahun ini dan sudah saatnya untuk bersama istri, dua putri, putra, dan delapan cucu saya.”

Misi Broos kini sudah bulat: membawa Afrika Selatan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Dan langkah pertama menuju mimpi besar itu akan ditentukan dari seberapa tangguh mereka menahan gempuran El Tri malam nanti.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!