Juara Dunia MotoGP 2024, Jorge Martín, akhirnya buka suara dengan jujur dan pedih mengenai musim 2025 yang buruk baginya, setelah hampir absen sepanjang paruh kedua tahun ini akibat rentetan cedera. Namun, menjelang kembalinya ia yang direncanakan di seri penutup Valencia, pembalap Aprilia itu bersikeras bahwa serangkaian kemalangan ini tidak akan menentukan bagaimana kariernya akan dikenang.

Musim 2025 seharusnya menjadi babak baru yang gemilang bagi Martínator setelah kepindahannya dari Pramac Ducati ke tim pabrikan Aprilia Racing. Namun, tahun pertamanya di Noale justru menjadi mimpi buruk yang berulang.

Bencana Cedera Bertubi-tubi

Masalah Martín dimulai bahkan sebelum lampu hijau pertama dinyalakan. Dua cedera terpisah yang diderita saat latihan pramusim membuatnya absen hingga seri pembuka. Parahnya, kecelakaan lain di Sirkuit Losail saat ia mencoba kembali justru membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit lagi.

Setelah absen di beberapa seri awal, Martín perlahan mulai menemukan ritme pada motor RS-GP, dengan hasil terbaik finis keempat di Grand Prix Hungaria. Namun, harapannya untuk menyelesaikan musim dengan baik hancur total di Motegi.

Baca juga: Jorge Martín Optimis Bisa Kembali ke Jalur Kemenangan

Dalam Sprint Race di Grand Prix Jepang, Martín membuat kesalahan di awal balapan dan bertabrakan dengan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang membuat keduanya tersingkir. Kecelakaan itu menyebabkan Martín menderita patah tulang selangka yang memaksanya menepi selama lima putaran berikutnya (Indonesia, Australia, Malaysia, dan Portugal), dan menunda penjatuhan hukuman dari FIM Stewards.

Sebagai penanda betapa buruknya musim ini, Martín dipastikan akan menjalani hukuman double long lap penalty saat ia kembali beraksi di Valencia akhir pekan ini, sebagai konsekuensi dari tabrakannya yang "tidak bertanggung jawab" di Motegi.

Mentalitas Sang Juara Dunia

Saat berbicara kepada media menjelang comeback-nya, Martín tidak menahan diri.

"Tahun ini benar-benar buruk. Tapi saya ingin melupakannya. Saya tidak ingin tinggal di rumah sampai Februari. Saya sudah bekerja keras untuk berada di sini akhir pekan ini. Tujuan saya adalah mulai bekerja menuju tahun 2026; bagi saya, ini sudah merupakan ujian,” kata Martin.

"Saya menyadari bahwa saya mencintai olahraga ini lebih dari yang saya bayangkan, karena setelah setahun seperti ini, saya bisa saja menunggu hingga Februari untuk kembali ke motor. Tapi tahun yang buruk ini tidak akan menentukan karier saya."

Baca juga: Martin Ungkap Mulai Betah di Aprilia Usai Perselisihan Kontrak dan Absen Panjang

Pembalap Spanyol itu menekankan bahwa kesulitan yang dihadapinya hanya memperkuat tekadnya untuk kembali lebih kuat. Baginya, kembalinya di Valencia bukan tentang hasil, tetapi tentang membangun fondasi dan mendapatkan kembali feeling di atas motor setelah enam minggu absen, sebagai persiapan menuju musim 2026.

Meski ia telah mengumumkan niatnya untuk berpisah dengan Aprilia di akhir musim 2025, penampilan rekan setim dan pembalap satelit Aprilia lainnya—termasuk kemenangan Grand Prix perdananya bagi Raúl Fernández di tim Trackhouse—memberinya semangat. Hal ini menunjukkan bahwa motor RS-GP memiliki potensi, dan Martín hanya perlu waktu untuk mengeluarkan potensinya.

Jorge Martín akan turun ke trek di Valencia dengan tekad untuk membalikkan lembaran sejarah, membuktikan bahwa seorang Juara Dunia diuji bukan hanya oleh kemenangannya, tetapi juga oleh cara ia bangkit dari kekalahan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!