Setelah mengambil alih peran kepemimpinan di Red Bull Racing yang dilanda gejolak, Laurent Mekies segera menetapkan arah yang jelas dan tegas untuk tim juara dunia tersebut yaitu untuk mengurangi politik dan fokus pada balapan di atas lintasan.

Promosi mendadak Mekies ke posisi Team Principal di tim utama Red Bull, menggantikan Christian Horner, telah memicu reset total di markas Milton Keynes. Filosofi yang ia bawa dari tim saudaranya, Racing Bulls, kini diterapkan di tingkat tertinggi, dengan tujuan untuk melindungi tim dari hiruk pikuk di luar lintasan dan mengarahkan semua energi pada kecepatan.

Konsentrasi Penuh di Lintas Balap

Mekies menggarisbawahi pentingnya kembali ke dasar-dasar olahraga, membuat mobil balap secepat mungkin. Ini adalah sebuah pendekatan yang sangat diperlukan setelah tim tersebut melewati periode penuh tantangan manajerial.

"Yang kami lakukan hanyalah memastikan bahwa kami, sebagai sebuah grup, dapat berkonsentrasi pada balapan murni dan tidak terlalu terganggu oleh hiruk pikuk di sekitar," ujar Mekies. "Dan melakukan apa yang pada dasarnya kami sukai, yaitu mencoba membuat mobil-mobil ini melaju lebih cepat di lintasan."

Baca juga: Zak Brown Senang Laurent Mekies Gantikan Christian Horner di Red Bull

“Jadi, intinya hanya itu. Berkonsentrasilah pada apa yang kita sukai, berusahalah lebih keras daripada orang lain, dan cobalah untuk menikmati prosesnya.”

Mekies melihat tugas utamanya sebagai pemimpin adalah untuk menjadi pelindung bagi tim teknis yang dipenuhi bakat. Dia ingin menciptakan lingkungan di mana diskusi teknis yang sulit dapat terjadi secara konstruktif, dengan satu-satunya tujuan bersama: peningkatan performa mobil.

Sejak Mekies mengambil alih, Red Bull memang menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan di paruh kedua musim F1 2025, yang diperkuat oleh upgrade besar pada mobil RB21. Pendekatan barunya yang fokus pada kerja internal dan penghormatan terhadap rival dipuji oleh banyak pihak di dalam maupun luar paddock.

Tantangan 2026

Fokus pada balapan murni Mekies sangat krusial saat Red Bull menatap perubahan regulasi besar-besaran Formula 1 pada tahun 2026. 

Regulasi baru ini, yang melibatkan perubahan radikal pada sasis dan mesin, adalah tantangan terbesar Red Bull dalam beberapa tahun, terutama karena mereka kini mengembangkan Red Bull Powertrains (RBPT) sendiri.

Mekies mengakui bahwa langkah untuk membangun unit daya (Power Unit/PU) internal adalah segila mungkin dan membandingkannya dengan mendaki Gunung Everest, namun dia yakin itu sejalan dengan DNA ambisius Red Bull.

Baca juga: Verstappen Tegaskan Tak Ada Penyesalan, Klaim Musim 2025 adalah Performa Terbaiknya

Inti dari target Mekies adalah memastikan semua insinyur dan teknisi berbakat memiliki semua yang mereka butuhkan untuk bekerja secara optimal, jauh dari gangguan politik, agar dapat mengatasi tantangan gila dari PU baru tahun 2026, yang merupakan fondasi kesuksesan jangka panjang mereka. Selain itu, dia bertekad membangun tim yang lebih kompak dan lebih erat setelah gejolak internal, mengubah energi dari konflik menjadi kolaborasi yang solid.

Pendekatan Mekies menandakan babak baru yang tenang namun penuh tekad bagi Red Bull. Jauh dari berita utama di luar lintasan, Mekies ingin memastikan bahwa satu-satunya yang dibicarakan adalah kecepatan, strategi, dan performa yang 'murni' di trek balap.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!