Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Lebih dari dua tahun setelah salah satu malam paling penuh drama dalam sejarah sepak bola modern Eropa, José Mourinho akhirnya berbicara panjang lebar mengenai kepindahannya dari AS Roma.
Pria asal Portugal itu mengungkapkan bahwa kariernya bersama klub ibu kota Italia tersebut sejatinya sudah "mati" tepat setelah final Liga Europa UEFA 2023 di Budapest.
Dalam sebuah wawancara blak-blakan bersama Corriere dello Sport, manajer berjuluk The Special One itu mengenang momen pemecatannya di pertengahan musim 2023–2024.
Meski keputusan resmi pemecatan baru datang pada Januari 2024, Mourinho menegaskan bahwa keretakan fatal dalam hubungannya dengan pemilik Roma, Dan dan Ryan Friedkin, sudah tidak bisa diperbaiki sejak malam kekalahan menyakitkan lewat adu penalti dari Sevilla.
Baca juga: Sindir Proses Panjang Kasus Man City, Mourinho: Beruntung Kalau Saya Masih Hidup
"Final berakhir, kami pergi berlibur, dan ketika saya kembali, saya sudah dalam keadaan mati," ujar Mourinho. "Mereka memiliki perspektif yang berbeda dari saya, pendekatan yang berbeda mengenai apa yang terjadi di final, dan saya kembali sebagai orang yang sudah mati. Beberapa bulan kemudian, barulah pemakaman itu terjadi."
Buntut dari final di Budapest tersebut memicu sorotan tajam setelah Mourinho mencegat wasit pertandingan, Anthony Taylor, di area parkir mobil stadion dan melontarkan kata-kata kasar terkait keputusan kontroversial di lapangan.
Insiden itu membuat Mourinho dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan oleh UEFA.
Ketegangan kian memuncak keesokan harinya ketika sekelompok pendukung Roma yang emosional mencegat Taylor dan keluarganya di Bandara Budapest, yang berujung pada aksi intimidasi dan pelemparan barang.
Meski para pengkritik mengaitkan aksi anarkis fans tersebut secara langsung dengan kemarahan publik yang disulut Mourinho, sang pelatih veteran dengan tegas menolak bertanggung jawab atas kejadian di bandara.
Baca juga: Mourinho Bawa Foto Bukti, Kecam Wasit dan VAR Usai Real Madrid Tumbang di Derbi
“Apa yang terjadi di bandara bukanlah tanggung jawab saya,” tegas Mourinho.
“Saya bertanggung jawab atas hinaan yang saya lontarkan kepada wasit di area parkir, dan untuk itu, saya memang harus menanggung akibatnya. Seharusnya saya tidak perlu menanggung akibat atas kejadian di bandara karena itu bukan salah saya, namun saya tetap harus membayarnya. Hal itu merusak hubungan saya dengan para pemilik klub.”
Meskipun terjadi keretakan dengan jajaran direksi klub, Mourinho menyampaikan rasa terima kasih mendalam yang tak pernah luntur kepada para pendukung Roma. Mengenang kedatangannya pada tahun 2021 serta keberhasilan merengkuh trofi Liga Konferensi Eropa 2022, gelar Eropa pertama Roma dalam beberapa dekade, ia menekankan bahwa komitmennya kepada para penggemar selalu total.
"Mereka memahami bahwa bagi saya, ini selalu tentang Roma dan para pendukung Roma. Saya bertarung untuk mereka dan memberikan segalanya," ungkap Mourinho. "Kami memenangkan piala yang sangat berarti bagi klub yang tidak terbiasa menang banyak. Cinta para penggemar untuk klub ini luar biasa."
Mourinho menambahkan bahwa ia tidak menyimpan dendam pribadi terhadap keluarga Friedkin dan akan menyapa mereka secara sopan jika saling bertemu. Namun, saat ia bersiap kembali ke Stadio Olimpico sebagai pelatih Real Madrid untuk laga Liga Champions mendatang, refleksinya menegaskan betapa satu malam di Hungaria telah memutus secara permanen salah satu kemitraan paling membara dalam sejarah sepak bola Italia.