Pelatih Real Madrid, José Mourinho, melontarkan kelakar khasnya menanggapi kasus hukum berkepanjangan yang melibatkan Manchester City. Juru taktik asal Portugal tersebut berseloroh bahwa dirinya harus cukup beruntung untuk tetap panjang umur hingga berusia 80 tahun demi melihat putusan akhir dan sanksi resmi yang dijatuhkan kepada klub Premier League tersebut.   

Pernyataan humoris namun menohok itu disampaikan Mourinho dalam wawancaranya bersama media Italia, Corriere dello Sport, setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas serangkaian pelanggaran aturan finansial selama sembilan musim antara 2009 hingga 2018, yang kini berlanjut ke tahap banding.   

Proses Hukum yang Berlarut-larut

Mourinho menilai bahwa rentetan proses hukum, vonis tingkat pertama, hingga mekanisme banding yang diajukan pihak Manchester City akan memakan waktu yang sangat lama sebelum benar-benar tuntas.   

"Manchester City? Saya lebih memilih untuk tertawa sedikit menanggapi hal ini," ujar Mourinho. 

Baca juga: Man City Diputuskan Bersalah, Walker: Tak Ada yang Bisa Merebut Trofi Kami

"Saya rasa kita pada akhirnya akan mencapai babak akhir, tetapi mengingat usia saya yang kini memasuki kepala enam, saya harus sangat beruntung untuk masih ada di sini ketika keputusan final itu tiba. Sekarang keputusan keluar, lalu ada banding... Saat semuanya selesai, saya mungkin sudah berusia 80 tahun."   

Perselisihan hukum ini memang diprediksi akan menyita waktu bertahun-tahun mengingat rumitnya berkas perkara serta upaya hukum lanjutan yang disiapkan oleh tim pengacara The Citizens.

Keterkaitan Historis dan Sindiran Berulang

Pernyataan ini bukanlah kali pertama Mourinho menyinggung persoalan hukum Manchester City. Saat menangani Manchester United pada musim 2017-18, ia mengantarkan Setan Merah finis sebagai runner-up di belakang Manchester City yang merengkuh gelar juara dengan rekor 100 poin.

Mourinho sebelumnya sempat melontarkan seloroh bahwa ia masih berharap mendapatkan bonus gelar juara Premier League musim 2017-18 jika Manchester City terbukti bersalah dan mendapat sanksi pengurangan poin secara retrospektif.

Baca juga: Klopp Tepis Wacana Gelar Susulan Liverpool Pasca Vonis Manchester City

Kendati disampaikan dalam nada bercanda, komentar Mourinho menggarisbawahi rasa penasaran yang dialami publik sepak bola global. Sejak Premier League melayangkan 115 tuntutan finansial pada Februari 2023, kepastian atas vonis akhir dan potensi banding dari kasus ini masih menjadi teka-teki panjang yang memicu perdebatan di seluruh penjuru Eropa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!