Stadion Luigi Ferraris kembali menjadi kuburan bagi tim raksasa. Dalam lanjutan Serie A pekan ke-28 musim 2025-26 yang berlangsung Minggu malam (8/3/2026), tuan rumah Genoa berhasil memetik kemenangan dramatis 2-1 atas AS Roma.

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi pelatih Genoa, Daniele De Rossi, yang berhasil mengalahkan mantan klub yang membesarkan namanya. Hasil ini sekaligus merusak ambisi Giallorossi untuk terus menekan zona tiga besar klasemen.

Babak Kedua yang Meledak

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol meski Roma mendominasi penguasaan bola, tensi pertandingan meningkat tajam di paruh kedua. 

Baca juga: Milan 1-1 Genoa: Leao Selamatkan Rossoneri dari Kekalahan

Kebuntuan pecah pada menit ke-52 ketika Mikael Ellertsson dijatuhkan di kotak terlarang oleh kapten Roma, Lorenzo Pellegrini. Junior Messias yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan peluang dengan menaklukkan kiper Mile Svilar.

Namun, keunggulan Grifone hanya bertahan tiga menit. Roma merespons cepat melalui situasi sepak pojok. Bek tengah Evan N'Dicka melompat paling tinggi untuk menyundul bola ke pojok bawah gawang Justin Bijlow, mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-55. Itu adalah gol ketiga berturut-turut yang dicetak bek tersebut dalam pertandingan Serie A.

Drama Vitinha

Saat laga tampak akan berakhir imbang, pemain pengganti Vitinha muncul sebagai pahlawan Marassi. 

Baru masuk di babak kedua, penyerang asal Portugal itu berhasil memanfaatkan umpan matang dari Patrizio Masini pada menit ke-80 untuk menyarangkan bola dari jarak dekat.

Roma mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu, termasuk memasukkan penyerang muda Robinio Vaz. Namun, pertahanan rapat yang digalang Leo Østigard dan Johan Vásquez tetap kokoh hingga peluit panjang berbunyi.

Baca juga: Gasperini Sesali Kegagalan Roma Amankan Kemenangan Atas Juventus

Pukulan Telak bagi Roma

Bagi Gian Piero Gasperini, kekalahan ini menjadi pukulan telak mengingat skuatnya tampil tanpa beberapa pilar utama seperti Paulo Dybala dan Artem Dovbyk yang masih dibekap cedera. 

Roma sebenarnya mencatatkan 64% penguasaan bola, namun hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Sebaliknya, tambahan tiga poin ini mengangkat posisi Genoa ke peringkat 13, menjauhkan mereka dari zona degradasi sekaligus memberikan kepercayaan diri besar bagi skuat asuhan De Rossi.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!