Pelatih kepala Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan pandangan mendalam mengenai perjalanan karirnya di San Siro, filosofi kepemimpinan, hingga momen saat ia akan menyadari kapan saatnya untuk berhenti melatih. 

Mementingkan kejujuran emosional dan pemberian tanggung jawab penuh kepada para pemain, mantan bek yang menjadi bagian dari skuad peraih Treble Nerazzurri pada 2010 itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berubah.   

Kejujuran Emosional dan Tanggung Jawab Skuad

Setelah membawa Inter merengkuh gelar ganda Serie A dan Coppa Italia pada musim penuh pertamanya sebagai pelatih senior, Chivu menekankan pentingnya membangun hubungan yang transparan dan jujur bersama anak asuhnya. 

Pelatih asal Rumania tersebut menyatakan bahwa ia tidak suka menyembunyikan perasaannya dan akan tahu saatnya untuk mundur ketika gairah serta dorongan untuk membentuk mentalitas pemain mulai pudar. Bagi Chivu, memberikan kepercayaan serta tanggung jawab kepada pemain di dalam maupun luar lapangan adalah kunci utama.   

“Ini adalah dunia yang bisa mengubah cara pandang Anda terhadap hal-hal tertentu, dan ada risiko Anda harus mengenakan topeng untuk menyembunyikan jati diri Anda yang sebenarnya pada momen-momen tertentu,” ujar Chivu kepada Cronache di Spogliatoio podcast.

Baca juga: Chivu Maklumi Drama Delapan Gol Inter Kontra Udinese, Sebut Tak Ada Tim Sempurna

“Saya tidak suka melakukan hal itu, dan saat saya merasa terlalu larut dalam situasi semacam itu, saya akan berkata cukup. Saya tidak memikirkan masa depan, melainkan ingin menikmati momen saat ini, tanpa mematok target jenjang karier untuk lima, 10, atau 20 tahun ke depan. Saya akan berusaha untuk tidak mengenakan topeng-topeng itu.

“Saya sudah memiliki pengalaman satu setengah tahun sebagai pelatih di Serie A—rambut saya mungkin jadi lebih banyak yang memutih—tetapi tidak ada hal lain yang berubah dari diri saya. Saya masih memiliki semangat dan ambisi yang sama; saya yakin saya masih orang yang sama.”

Ia menginginkan para pemain Inter tampil dewasa dan berani mengambil keputusan sendiri, termasuk ketika harus bermain dalam situasi sulit atau di bawah tekanan kartu kuning.   

“Saya memberikan tanggung jawab kepada mereka yang berpengalaman dan tahu cara bermain di bawah tekanan,” tambahnya.

Pujian Khusus untuk Diouf, Stones, dan Spence

Dalam penjelasannya mengenai dinamika skuad, Chivu memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemain baru yang diboyong ke Giuseppe Meazza. 

Ia melontarkan pujian khusus untuk gelandang muda Andy Diouf, yang dinilainya memiliki perkembangan impresif serta dorongan kuat untuk terus belajar meski belum terbiasa dengan tuntutan bertahan di Italia. Chivu mengagumi keberanian Diouf dalam mencari solusi di lapangan serta kekuatan mentalnya yang luar biasa.   

"Diouf memiliki rasa ingin tahu yang besar dan semangat untuk terus berkembang, jadi kami menghabiskan banyak waktu bersamanya dalam sesi analisis video untuk membantunya memahami cara bergerak tanpa bola," jelas Chivu.

Baca juga: Chivu Bertekad Ukir Sejarah Baru di Bernabeu, Sambut Reuni dengan Mourinho

"Dia memang belum terbiasa bertahan, namun semangatnya untuk bekerja keras dan tampil lebih baik sungguh luar biasa. Ini adalah proses yang panjang, dan terkadang seseorang justru bisa belajar lebih cepat dari kesalahan. Ada kalanya dia melepaskan tembakan menggunakan kaki kanannya yang bukan kaki dominan, dan saya menyukai hal itu; dia perlu menemukan lebih banyak solusi dalam permainannya. Kekuatan mentalnya sungguh luar biasa."

Selain Diouf, Chivu juga menyoroti adaptasi para rekrutan dari Premier League seperti Djed Spence, Curtis Jones, dan John Stones. Menurutnya, Spence dan Jones menyatu dengan sangat cepat dalam skema tim. Sementara untuk John Stones, meski dinilai sebagai sosok yang sedikit lebih serius, Chivu memuji kualitas kepribadian serta pengalaman berharga yang dibawa sang bek senior untuk memperkuat lini pertahanan Inter.   

“Tidak ada kendala bagi Spence; dia sudah berlatih bersama skuad selama seminggu ini. Jones selalu hadir, sedangkan Stones sedang dalam tahap pemulihan.

“Kami berusaha merekrut pemain yang memiliki pendekatan sejalan dengan cara kerja kami. Jones dan Spence beradaptasi dengan sangat cepat; Stones memang sedikit lebih serius, namun tetap merupakan pribadi yang luar biasa. Kami senang memilikinya, baik karena pengalamannya maupun sosoknya sebagai seorang pemain.”

Membangun Warisan Berkelanjutan di San Siro

Bagi Chivu, menangani Inter bukan sekadar mengejar kemenangan beruntun, melainkan membentuk lingkungan kerja tempat setiap individu dapat berkembang menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri setiap hari. 

Dengan mengombinasikan pemain berpengalaman seperti Stones dengan bakat muda yang haus pembuktian seperti Diouf dan Spence, Chivu optimistis dapat membangun fondasi klub yang kokoh dan berkelanjutan untuk bertahun-tahun mendatang.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!