Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, secara tegas menepis gagasan bahwa mantan klubnya harus dianugerahi gelar juara Premier League secara retrospektif setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran finansial. 

Pelatih yang kini menangani Tim Nasional Jerman tersebut menegaskan bahwa fokus serta kebanggaannya tetap tertuju pada perjuangan nyata yang telah diukir anak asuhnya di atas lapangan hijau.   

Wacana Gelar Susulan

Putusan komisi independen yang menyatakan Manchester City bersalah telah memicu spekulasi luas terkait potensi pencopotan trofi dan pengalihannya kepada tim runner-up di beberapa musim domestik. 

Liverpool, yang sempat beberapa kali finis dengan selisih poin amat tipis di belakang skuad Pep Guardiola, secara otomatis masuk dalam perbincangan tersebut. Namun, Klopp dengan cepat meredam wacana itu saat berbicara jelang laga UEFA Nations League bersama timnas Jerman.   

Baca juga: CEO Man City Sebut Putusan Bersalah Sebagai Konspirasi Premier League

Klopp yang memimpin Liverpool menjuarai Premier League pada musim 2019–20 serta mencatatkan rekor poin fantastis di kompetisi domestik, mengaku sama sekali tidak berhasrat mengubah catatan sejarah di luar lapangan. Bagi sang juru taktik, nilai dari persaingan ketat mereka selama bertahun-tahun tidak dapat diukur sekadar dari keputusan administratif.

"Tentu saja saya sudah mendengar kabar itu, tapi saya belum terlalu memikirkannya," kata Klopp. "Saya juga ingat apa yang saya katakan saat itu [pada Januari 2025], bahwa jika seandainya ada parade, saya akan hadir, dan sebagainya.

"Namun, bukan itu yang saya rasakan saat ini. Saya tidak merasa perlu ada parade bus atau hal semacam itu. Saya cukup santai menunggu perkembangan situasi."

Masih Respek dengan Klopp

Klopp juga menegaskan bahwa rasa hormatnya terhadap Pep Guardiola dan gaya permainan hebat yang ditunjukkan Manchester City tidak berkurang. 

Pertarungan level tinggi antara kedua tim dinilainya tetap sebagai salah satu era persaingan terbaik dalam sejarah sepak bola modern.   

"Saya sama sekali tidak sedang bersiap menyambut gelar juara atau semacamnya," lanjut Klopp. "Jika ada sanksi yang dijatuhkan, hal itu jelas tidak ada kaitannya dengan saya.

"Namun, jika bicara soal kasus hukum yang sudah berlarut-larut—dan bisa dibayangkan akan ada proses banding dan sebagainya, yang berarti akan memakan waktu sangat lama—saya tidak memiliki perasaan khusus mengenai hal itu.

Baca juga: Roy Keane Semprot Manchester City, ‘Buang Medali Itu ke Tempat Sampah’

"Bukan berarti saya harus dinobatkan sebagai juara Inggris beberapa kali lagi. Saya sepenuhnya menerima dengan lapang dada apa yang telah terjadi dan apa yang berhasil kami capai.

"Kami berjuang di lapangan, dan saya tidak bisa berkomentar soal hal-hal lainnya karena saya tidak mengetahui detail pastinya. Sejujurnya, hal itu juga tidak terlalu menarik perhatian saya.

"Saya sangat menghormati Pep Guardiola dan gaya permainan City; mereka memainkan sepak bola yang fantastis dan merupakan lawan kelas atas bagi kami."

Menutup Lembaran Masa Lalu demi Fokus Baru

Pernyataan ini memperlihatkan sikap yang jauh lebih terukur dibandingkan seloroh yang pernah dilontarkan Klopp di masa lalu, di mana ia sempat bercanda akan ikut serta jika parade bus perayaan gelar diselenggarakan. Kini, sang pelatih memilih untuk memisahkan diri sepenuhnya dari proses hukum yang sedang berjalan.

Sementara Manchester City telah menyatakan niatnya untuk mengajukan banding atas vonis tersebut, Klopp menegaskan tidak berminat untuk mengikuti detail teknis persidangan. Bagi pria asal Jerman tersebut, kenangan dan kebanggaan yang dirasakan seluruh pendukung Liverpool atas pencapaian di Anfield sudah cukup kokoh dan tak memerlukan validasi retrospektif.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!