Mantan kapten Manchester City, Kyle Walker, akhirnya angkat bicara setelah komisi independen menjatuhkan vonis bersalah terhadap klubnya atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League. Bek kawakan yang kini membela Burnley itu menegaskan bahwa apa pun sanksi hukum atau potensi pencabutan gelar yang akan terjadi, sejarah dan perjuangan para pemain di lapangan tak akan pernah bisa dihapuskan.

Dalam wawancara di acara talkSPORT, bek berusia 36 tahun yang membela City dari tahun 2017 hingga 2025 tersebut mengakui bahwa situasi yang dihadapi mantan klubnya terlihat tidak baik. Namun, ia bersikeras bahwa momen-momen emosional dan piala yang diangkat para pemain di atas lapangan merupakan pencapaian nyata yang abadi.

Tak Bisa Rebut Momen Kejayaan di Lapangan

Vonis dari komisi independen menyimpulkan bahwa Manchester City telah menggunakan dana pemilik lebih dari £830 juta secara tidak sah untuk mendongkrak pendapatan klub selama periode sembilan musim antara 2009 hingga 2018. 

Meskipun ancaman pencabutan gelar juara melayang di atas Stadion Etihad, Walker menolak anggapan bahwa kenangan indah yang diraih para pemain bisa dihilangkan begitu saja.

“Secara pribadi, saya bisa katakan bahwa kami, saya dan rekan-rekan setim, telah melalui tahun-tahun yang luar biasa dengan merayakan berbagai gelar juara dan sebagainya; dan itu adalah sesuatu yang, apa pun yang terjadi, tidak bisa direnggut dari kami karena kami telah merasakan sendiri malam-malam istimewa itu,” kata Walker.

Baca juga: CEO Man City Sebut Putusan Bersalah Sebagai Konspirasi Premier League

Ia menambahkan bahwa fokus para pemain saat itu hanyalah memberikan yang terbaik di lapangan dan memenangkan pertandingan demi pertandingan secara profesional.

“Jelas sekali situasinya tidak terlihat baik. Saya tahu perkara ini sedang dalam tahap banding, jadi jika saya mulai berkomentar mengenai langkah hukum tersebut dan hal-hal semacamnya, kemungkinan besar hal itu tidak akan adil bagi diri saya sendiri maupun pihak-pihak lain yang terlibat,” tambahnya.

"Jadi, apa pun yang akan terjadi, terjadilah; kini semuanya bergantung pada proses banding dan langkah selanjutnya setelah itu."

Bayang-Bayang Sanksi dan Perjuangan Banding

Selama delapan musim bermarkas di Etihad, Walker memenangkan 17 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan trofi Liga Champions pada tahun 2023. Pencapaian luar biasa itu kini terancam oleh keputusan komisi independen yang berpotensi memicu sanksi berat mulai dari pengurangan poin signifikan hingga pencopotan gelar juara.

Pihak Manchester City sendiri telah mengonfirmasi langkah resmi untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. Klub berjuluk The Citizens itu terus membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa mereka memiliki bukti tak terbantahkan untuk membersihkan nama klub di tingkat banding.

Baca juga: Pep Guardiola Pasang Badan Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah

Walker juga mengungkapkan simpatinya kepada para pendukung klub, seraya menambahkan, "Ini adalah hal yang mungkin tidak ingin kami bicarakan karena kami ingin dikenang sebagai tim yang memenangkan trofi bagi mereka—memenangkannya dengan cara yang benar.

"Situasinya sangat sulit karena kami telah bekerja sangat keras demi mereka; bukan hanya kami, saya juga memikirkan para penggemar.

"Saya teringat pada para penggemar yang telah bepergian ke berbagai penjuru negeri, bahkan ke luar negeri hingga ke Istanbul saat kami meraih *treble* dan momen-momen semacam itu; mereka juga layak menikmati malam kejayaan tersebut."

Bagi Walker dan rekan-rekan setimnya yang mengukir era dominasi di sepak bola Inggris, nilai dari setiap trofi tetap melekat pada keringat dan perjuangan di lapangan, terlepas dari perdebatan hukum yang kini bergejolak di ruang sidang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!