Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Eddie Howe dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Newcastle United setelah hampir lima tahun memimpin klub Tyneside tersebut. Keputusan mengejutkan ini diambil hanya tiga minggu sebelum bergulirnya Premier League musim 2026-27, usai Howe menyampaikan kepada jajaran direksi bahwa ia membutuhkan istirahat dari dunia kepelatihan.
Pihak Newcastle telah bergerak cepat mengamankan penggantinya, dengan Matthias Jaissle sebagai kandidat utama. Pelatih berusia 38 tahun asal Jerman yang kini menangani Al-Ahli di Liga Pro Arab Saudi tersebut berada di jalur cepat untuk mengambil alih kepemimpinan di St James' Park.
Meskipun pengunduran diri ini diumumkan secara mendadak pasca kekalahan 1-4 dari Bristol City di laga pra-musim, tekanan terhadap Howe sebenarnya telah terakumulasi sepanjang musim 2025-26.
Newcastle finis di peringkat ke-12 Premier League serta tersingkir di babak 16 besar Liga Champions usai kalah agregat 3-8 dari Barcelona.
Baca juga: Howe Mengaku Pasrah Soal Masa Depan Bruno Guimarães di Newcastle
Situasi internal kian pelik menyusul perombakan skuad secara masif. Kehilangan pilar-pilar penting seperti Alexander Isak yang hijrah ke Liverpool, Anthony Gordon ke Barcelona, dan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur sangat menggerus kekuatan tim.
Ketidakpastian masa depan kapten Bruno Guimarães yang terus dikaitkan dengan Arsenal turut memperkeruh suasana. Howe merasa dinamika transfer dan kehilangan kontrol kebijakan rekrutmen tidak lagi sejalan dengan visinya.
Howe meninggalkan St James' Park dengan tempat terhormat dalam sejarah klub. Datang pada November 2021 saat Newcastle terbenam di zona degradasi, ia tidak hanya menyelamatkan tim tetapi juga membawa mereka lolos ke Liga Champions dua kali dan memenangkan Piala Liga (Carabao Cup) 2025, gelar domestik pertama Newcastle dalam 70 tahun.
Langkah mendatangkan Matthias Jaissle menjadi pilihan rasional bagi pemilik Newcastle, Public Investment Fund (PIF) Saudi Arabia.
Baca juga: Spurs Pecahkan Rekor Transfer, Rekrut Tonali dari Newcastle Seharga £100 Juta
Sebagai pelatih yang membawa Al-Ahli meraih dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun dan memiliki rekam jejak bagus di Red Bull Salzburg, Jaissle dianggap memiliki filosofi permainan kolektif bernoda intensitas tinggi yang cocok untuk melanjutkan fondasi yang ditinggalkan Howe.
Kesamaan pemilik antara Newcastle dan Al-Ahli membuat negosiasi dan proses kepindahan Jaissle diprediksi tuntas dalam hitungan hari.