Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mantan pelatih Liverpool, Rafael Benítez, memberikan pujian tinggi kepada Steven Gerrard dengan menyebut mantan kapten The Reds tersebut sebagai pemain paling komplet yang pernah ia latih sepanjang kariernya. Benítez bahkan menempatkan Gerrard di atas sejumlah bintang dunia, termasuk Cristiano Ronaldo, Samuel Eto’o, dan Karim Benzema.
Dalam buku terbaru Liverpool’s Greatest: A Celebration of 100 Reds Stars, pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan alasan di balik pilihannya. Menurut Benítez, Gerrard memiliki hampir seluruh kualitas yang dibutuhkan seorang pemain sepak bola modern, mulai dari kemampuan teknis hingga kekuatan fisik dan kepemimpinan.
Benítez memiliki kesempatan bekerja dengan sejumlah pemain top selama karier kepelatihannya di berbagai klub Eropa. Namun, ketika ditanya mengenai pemain terbaik yang pernah ia latih saat masih menangani Real Madrid, ia secara spontan menyebut nama Gerrard.
"Saat saya berada di Real Madrid, mereka bertanya kepada saya siapa pemain terbaik yang pernah saya latih, dan saya menjawab Steven Gerrard," tulis Benitez.
"Dia memiliki kekuatan, piawai dalam duel udara, mampu menembak dengan kaki kanan maupun kiri, serta hebat dalam mengumpan dan mengontrol bola."
Baca juga: Steven Gerrard Mengaku Menyesal Tinggalkan Liverpool Sebelum Era Jürgen Klopp
"Jadi, dia adalah pemain yang komplet, yang hanya perlu sedikit lebih memahami permainan serta temponya.
"Dia sangat hebat dalam melakukan hampir segalanya. Dia juga memiliki stamina dan komitmen. Dia memang tidak banyak bicara, Carra [Jamie Carragher]-lah yang selalu vokal, tetapi dia adalah sosok pemimpin yang memimpin lewat teladan."
Ia menilai Gerrard mampu menembak dengan kedua kaki, menguasai bola, memberikan umpan akurat, serta memanfaatkan kekuatan fisiknya untuk memengaruhi pertandingan. Kombinasi kemampuan tersebut membuat gelandang Inggris itu memiliki keunggulan yang sulit ditemukan pada pemain lain.
"Menurut saya, dia luar biasa sebagai pemain kunci bagi Liverpool, begitu pula dengan sikapnya baik di dalam maupun di luar lapangan; dia sangat profesional dan selalu ingin semua pemain memberikan segalanya,” tambahnya.
"Itulah sebabnya, bagi saya, dia adalah pemain terbaik yang pernah saya latih. Saya pernah melatih [Samuel] Eto'o, Cristiano [Ronaldo], dan [Karim] Benzema, tetapi dia adalah pemain yang lebih lengkap dibandingkan mereka semua."
Benítez menangani Liverpool pada 2004 hingga 2010. Selama periode tersebut, Gerrard berkembang dari gelandang box-to-box dengan energi besar menjadi pemain yang mampu menjalankan berbagai peran di lini tengah maupun di belakang penyerang.
Benítez mengakui bahwa kemampuan teknis dan fisik Gerrard sudah terlihat sejak awal, tetapi sang gelandang masih perlu memahami tempo permainan dan aspek taktis. Seiring waktu, ia mampu mengembangkan pemahaman tersebut dan menjadi pemain yang lebih matang.
Kehadiran Fernando Torres juga membantu Gerrard menemukan peran yang efektif sebagai gelandang serang. Umpan-umpan presisi Gerrard berpadu dengan kecepatan Torres, menciptakan kombinasi yang sangat sulit dihentikan oleh pertahanan lawan.
"Kemudian, perlahan tapi pasti, terutama saat kami merekrut [Fernando] Torres, karena Stevie memiliki sentuhan bola yang sangat bagus, akurat, dan bertenaga, ditambah dengan pergerakan lari Torres, para pemain bertahan sangat kesulitan untuk menghentikannya,” tambahnya.
"Dia bermain sebagai pemain bernomor punggung 10. Awalnya dia tidak menyukainya, namun kemudian, dengan adanya Torres di lini depan, performanya cukup bagus karena dia bisa masuk ke kotak penalti dan mencetak gol, sekaligus bisa mengalirkan bola kepada Fernando.
Baca juga: Klopp Tepis Wacana Gelar Susulan Liverpool Pasca Vonis Manchester City
"Ditambah dengan kehadiran [Javier] Mascherano, Lucas [Leiva], dan [Xabi] Alonso di lini tengah, kami memiliki keseimbangan tim yang sangat baik."
Liverpool meraih dua trofi besar di bawah Benítez, yakni Liga Champions 2005 dan Piala FA 2006. Gerrard menjadi figur sentral dalam kedua keberhasilan itu, termasuk ketika memimpin comeback bersejarah melawan AC Milan di final Liga Champions Istanbul.
Gerrard mengakhiri karier seniornya bersama Liverpool pada 2015 setelah mencatatkan 710 penampilan dan 186 gol dalam 17 tahun membela klub. Ia juga mempersembahkan delapan trofi mayor untuk The Reds.
Bagi Benítez, kontribusi Gerrard tidak hanya terlihat melalui gol, assist, atau kemampuan mengubah jalannya pertandingan. Sang gelandang juga menjadi teladan bagi rekan-rekannya melalui profesionalisme dan tuntutannya agar setiap pemain memberikan kemampuan terbaik.
Penilaian tersebut sejalan dengan status Gerrard sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Liverpool. Ia sebelumnya terpilih sebagai pemain terbaik sepanjang masa klub melalui jajak pendapat yang melibatkan suporter, mantan pemain, dan jurnalis.
Pujian Benítez kembali menegaskan warisan Gerrard di Anfield. Meski pernah bekerja dengan sejumlah pemain kelas dunia di berbagai klub, mantan pelatih Liverpool itu tetap menempatkan sang legenda sebagai pemain paling komplet yang pernah berada di bawah arahannya.