Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mantan kapten ikonik Liverpool, Steven Gerrard, mengungkapkan penyesalan terbesar dalam karier sepak bolanya terkait momen kepindahannya dari Anfield pada musim panas 2015. Pria yang kini berkarier di dunia kepelatihan tersebut mengakui bahwa ia lebih memilih bertahan satu musim lagi jika mengetahui Jürgen Klopp akan mengambil alih kursi kepelatihan The Reds beberapa bulan kemudian.
Gerrard memutuskan untuk menyudahi 17 tahun pengabdiannya bersama tim utama Liverpool pada Mei 2015 usai kontraknya berakhir, sebelum melanjutkan karier ke Major League Soccer bersama LA Galaxy. Namun, keputusan tersebut diambil hanya empat setengah bulan sebelum manajemen klub memecat Brendan Rodgers dan menunjuk Klopp pada Oktober 2015.
"Jika saya tahu Jürgen akan datang, saya akan mengambil risiko dan bertahan untuk mencoba mengesankan Jürgen, serta mungkin mendapatkan kesempatan bermain di akhir karier saya," ujar Gerrard. "Namun sayangnya, saya sudah membuat keputusan untuk pindah. Jika bisa diulang, saya akan tetap bertahan dan mengambil risiko itu."
Keputusan Gerrard untuk hengkang pada 2015 dipengaruhi oleh kekhawatirannya akan penurunan menit bermain dan peran yang semakin berkurang di bawah asuhan Rodgers.
Baca juga: Klopp Tepis Wacana Gelar Susulan Liverpool Pasca Vonis Manchester City
Di usianya yang saat itu menginjak 35 tahun, Gerrard merasa masih memiliki kapasitas untuk bermain secara reguler ketimbang hanya menjadi figur cadangan.
Kendati demikian, prospek untuk bermain di bawah filosofi heavy-metal football racikan Klopp menjadi sesuatu yang akan selalu diratapinya.
Sang legenda menegaskan bahwa ia bersedia melakukan pengorbanan besar secara profesional maupun personal demi merasakan kepemimpinan pelatih asal Jerman tersebut.
"Saya bersedia mengorbankan banyak hal, secara profesional dan personal, untuk mendapatkan kesempatan bermain di bawah asuhan Klopp," tambah sosok yang mencatatkan 710 penampilan dan 186 gol bagi The Reds tersebut.
Ketidakpastian jadwal kedatangan Klopp membuat kedua ikon Anfield itu melewatkan kesempatan untuk bekerja sama secara langsung.
Baca juga: Cody Gakpo Absen Bela Belanda Akibat Cedera Pergelangan Kaki
Setelah kepergian Gerrard, Klopp membangun era keemasan baru di Merseyside dengan mempersembahkan gelar Liga Champions 2019 dan mengakhiri dahaga gelar liga teratas Inggris selama 30 tahun pada 2020.
Meskipun Gerrard tetap bangga atas pencapaian kariernya yang bergelimang trofi, termasuk keajaiban Istanbul pada Liga Champions 2005, bayangan mengenai apa yang bisa terjadi jika ia bertahan satu musim lagi untuk menjadi figur senior di ruang ganti Klopp akan selalu menjadi pertanyaan besar bagi dirinya dan para pendukung Liverpool.