Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Eddie Howe secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Newcastle United, menandai berakhirnya era lima tahun yang penuh kenangan emosional di St James' Park. Manajemen klub Premier League tersebut mengonfirmasi pada Jumat lalu bahwa mereka telah menerima surat pengunduran diri Howe setelah juru taktik berusia 48 tahun itu memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk beristirahat dari dunia kepelatihan.
Pengumuman ini mengakhiri salah satu masa kepemimpinan paling transformatif dalam sejarah modern Newcastle. Datang pada November 2021 saat The Magpies terperangkap di zona degradasi tanpa meraih satu pun kemenangan, Howe mampu membalikkan nasib klub secara drastis dari ancaman penurunan kasta hingga menembus jajaran elit sepak bola domestik dan Eropa.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis melalui saluran resmi klub, Howe mengungkapkan alasannya mengambil keputusan sulit ini setelah mencurahkan seluruh energi dan dedikasinya untuk Newcastle.
"Setelah melalui periode refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dari peran saya sebagai pelatih kepala Newcastle United," kata Howe.
Baca juga: Howe Mengaku Pasrah Soal Masa Depan Bruno Guimarães di Newcastle
"Setelah hampir lima tahun mencurahkan hidup, hati, dan jiwa saya untuk klub dengan energi yang tak kenal lelah, saya merasa bahwa ini adalah yang terbaik bagi diri saya sendiri dan klub untuk mundur, mengisi ulang energi, dan beristirahat.
"Meskipun sangat sulit untuk membuat keputusan ini, saya tahu dalam hati saya bahwa ini adalah keputusan yang tepat. Saya selalu mengutamakan kepentingan terbaik Newcastle di atas kepentingan pribadi saya dalam setiap keputusan yang saya buat selama berada di sini dan keputusan ini tidak berbeda.
"Merupakan suatu kehormatan seumur hidup saya untuk menjadi manajer Newcastle United."
Chief Executive Officer Newcastle United, David Hopkinson, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi luar biasa sang manajer. Ia menegaskan bahwa Howe telah mengamankan tempat istimewa dalam sejarah panjang klub berkat kontribusinya yang tak ternilai bagi publik Tyneside.
Perjalanan Howe di St James' Park akan selalu dikenang karena keberhasilannya mengubah arah perjalanan sejarah klub. Setelah menyelamatkan Newcastle dari ancaman degradasi di musim pertamanya, ia langsung membawa klub finis di peringkat keempat pada musim 2022/23 sekaligus mengamankan tiket kembali ke panggung UEFA Champions League untuk pertama kalinya dalam dua dekade.
Puncak kejayaan Howe terjadi di Stadion Wembley pada Maret 2025, saat ia memimpin Newcastle menaklukkan Liverpool dengan skor 2-1 di final Piala Liga. Kemenangan bersejarah tersebut berhasil mengakhiri puasa gelar domestik bergengsi yang telah berlangsung selama 56 tahun, serta gelar domestik setelah 70 tahun, mengukuhkan nama Howe dalam legenda klub.
Baca juga: Spurs Pecahkan Rekor Transfer, Rekrut Tonali dari Newcastle Seharga £100 Juta
Selain torehan taktis, ia juga mendapat pujian luas atas kemampuannya mengembangkan potensi pemain yang ada, seperti mengubah Joelinton menjadi gelandang papan atas dan menjadikan St James' Park sebagai salah satu benteng paling angker di Eropa.
Terlepas dari deretan prestasi monumental tersebut, musim terakhir Howe di Tyneside diwarnai dengan berbagai tantangan berat. Newcastle tampil kurang konsisten sepanjang kampanye musim 2025/26, finis di peringkat ke-12 klasemen Premier League dan terhenti di babak gugur Liga Champions setelah kalah dari Barcelona.
Dinamika bursa transfer musim panas yang diwarnai kepergian sejumlah pemain pilar serta hasil pramusim yang kurang memuaskan semakin memperberat situasi. Setelah kekalahan 1-4 dari Bristol City dalam laga uji coba pertengahan pekan, Howe akhirnya memutuskan mundur guna memberikan ruang bagi arah baru klub menjelang bergulirnya musim baru. Newcastle kini memulai pencarian suksesor Howe, meninggalkan warisan klub yang kini berdiri di atas fondasi ambisi, intensitas, dan rasa bangga yang tinggi.