VAR Batalkan Penalti untuk Arsenal, Arteta: Sangat Tidak Bisa Diterima
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak menahan diri setelah hasil imbang 1-1 timnya melawan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. Meski membawa pulang hasil imbang di kandang lawan, sang juru taktik asal Spanyol itu meledak dalam konferensi pers pasca-pertandingan, mengecam keputusan VAR yang membatalkan penalti untuk Eberechi Eze di menit-menit akhir.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-80 ketika Eze, yang masuk sebagai pemain pengganti, tampak dijatuhkan oleh bek Atletico, David Hancko. Wasit Danny Makkelie awalnya menunjuk titik putih, namun setelah peninjauan VAR yang memakan waktu cukup lama, keputusan tersebut dianulir karena kontak dianggap minimal.
Tak Terima Keputusan Wasit
Arteta terlihat sangat terpukul dengan keputusan yang bisa saja memberikan keunggulan krusial bagi The Gunners sebelum kembali ke London.
"Setelah kembali ke ruang ganti, berbicara dengan para pemain dan menonton insiden penalti, ini sangat mengecewakan dan menjengkelkan karena itu melanggar aturan dan mengubah jalannya pertandingan," kata Arteta kepada TNT Sports. "Saya sangat, sangat kesal.
Baca juga: Atletico dan Arsenal Imbang 1-1 Lewat Dua Penalti
"Seluruh rangkaian kejadian. Ada kontak yang jelas. Anda membuat keputusan, Anda tidak dapat membatalkan keputusan itu ketika Anda harus melihatnya 13 kali. Itu benar-benar tidak dapat diterima di level ini. Itu keputusan yang salah."
Arsenal memimpin lebih dulu melalui penalti Viktor Gyökeres, namun disamakan oleh penalti Julián Alvarez setelah handball Ben White, keputusan penalti yang menurut Arteta justru konsisten, meski memiliki interpretasi yang berbeda dibanding di Premier League.
"Mereka konsisten dengan hal itu," katanya. "Jika Anda akan memberikan hukuman untuk hal semacam ini, Anda harus menerimanya."
Perang Taktik yang Ternoda
Terlepas dari kontroversi wasit, laga di Metropolitano merupakan pertunjukan taktik kelas atas. Arsenal mendominasi penguasaan bola di babak pertama, namun Atletico meningkatkan kualitas mereka di babak kedua.
Declan Rice kembali menjadi metronom di lini tengah, sementara pertahanan yang digalang William Saliba berhasil meredam sebagian besar ancaman Atletico hingga terjadinya kemelut penalti.
Namun, pengalihan fokus ke kepemimpinan wasit menunjukkan betapa tingginya tensi di antara kedua klub ini. Arteta kini harus memastikan rasa frustrasi anak asuhnya berubah menjadi motivasi saat mereka menjamu pasukan Diego Simeone di Emirates Stadium pekan depan.
“Saya sangat bangga, saya sudah mengatakan itu kepada para pemain. Kami telah mengatasi berbagai macam situasi selama sembilan setengah bulan, yang sungguh luar biasa,” ujar Arteta.
Baca juga: Griezmann Desak Atletico Lanjutkan Momentum di Leg Kedua Lawan Arsenal
“Saya sangat menghargai apa yang telah mereka lakukan karena saya telah melihat beberapa tim terbaik di dunia hancur di sini. Kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan. Sesuai rencana permainan, kami ingin memenangkannya, tetapi setidaknya ini ada di tangan kami, di depan para pendukung kami, untuk berada di final. Dan dalam waktu seminggu, kami akan memiliki kesempatan untuk melakukannya.”
Menuju Leg Kedua yang Panas
Hasil 1-1 ini membuat kedua tim memiliki peluang yang sama besar, dengan Arsenal yang masih diuntungkan dengan bermain di kandang pada babak kedua nanti. Namun, Arteta akan membawa rasa tidak adil ini sebagai bahan bakar di London Utara.
Pertarungan penentuan akan berlangsung pada Rabu, 6 Mei, di mana Arsenal berharap dukungan publik London bisa menghapus bayang-bayang kontroversi dari ibu kota Spanyol tersebut.