Jan Breydel Stadion menjadi saksi salah satu pertandingan paling menghibur di Liga Champions musim ini. Dalam laga leg pertama playoff babak gugur, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, Club Brugge menunjukkan determinasi luar biasa untuk memaksakan hasil imbang 3-3 setelah sempat tertinggal dua gol dari raksasa Spanyol, Atletico Madrid.

Pasukan Diego Simeone tampaknya akan pulang dengan kemenangan mudah setelah mendominasi babak pertama, namun semangat dari tuan rumah mengubah malam yang dingin di Belgia menjadi neraka bagi lini pertahanan Los Rojiblancos.

Start Sempurna Los Rojiblancos

Atletico Madrid langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Baru tujuh menit laga berjalan, wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi handball dari bek muda Brugge, Joaquin Seys. 

Baca juga: Atletico Hancurkan Barcelona 4-0, Satu Kaki di Final Copa del Rey

Julian Alvarez yang menjadi eksekutor dengan tenang menaklukkan Simon Mignolet untuk membawa Atletico unggul 1-0.

Meski Brugge mencoba memberikan perlawanan melalui Raphael Onyedika, justru Atletico yang berhasil menggandakan keunggulan di penghujung babak pertama. 

Memanfaatkan skema sepak pojok, Ademola Lookman menyambar bola di tiang jauh pada menit ke-45+4 untuk mencetak gol pada debutnya di Liga Champions bersama Atletico. Skor 2-0 untuk tim tamu saat jeda seolah menandakan akhir perjuangan Brugge.

Kebangkitan Dramatis Tuan Rumah

Namun, babak kedua menyajikan naskah yang sama sekali berbeda. Ivan Leko berhasil membakar semangat anak asuhnya di ruang ganti. Hasilnya, pada menit ke-51, Raphael Onyedika memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan kemelut hasil sundulan Nicolo Tresoldi.

Stadion bergemuruh sembilan menit kemudian. Melalui serangan balik cepat dari sisi kiri, Mamadou Diakhon mengirimkan umpan silang mendatar yang diselesaikan dengan dingin oleh penyerang muda Italia, Nicolo Tresoldi. Skor 2-2, dan momentum sepenuhnya milik Brugge.

Baca juga: Madueke Menggila, Arsenal Ukir Rekor Sempurna Usai Hancurkan Club Brugge 3-0

Drama Menit Akhir dan Gol Penyeimbang Tzolis

Diego Simeone merespons dengan memasukkan Alexander Sorloth untuk memulihkan kontrol. Keputusan ini membuahkan hasil pada menit ke-79 ketika tekanan dari Sorloth memaksa Joel Ordonez melakukan gol bunuh diri saat mencoba memotong umpan silang Marcos Llorente. Atletico kembali unggul 3-2.

Saat kemenangan Atletico sudah di depan mata, Club Brugge menolak menyerah. Pada menit ke-89, Christos Tzolis lolos dari jebakan offside (yang sempat ditinjau cukup lama oleh VAR) dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang Jan Oblak. Gol tersebut memastikan laga berakhir dengan skor sama kuat 3-3.

Hasil ini memperpanjang kutukan Atletico Madrid yang belum pernah menang di markas Club Brugge dalam sejarah mereka. Bagi Brugge, ini adalah modal berharga untuk bertandang ke Riyadh Air Metropolitano pekan depan, di mana aturan gol tandang yang sudah tidak berlaku membuat peluang kedua tim tetap terbuka lebar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!