Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mengangkat trofi Liga Champions UEFA adalah puncak pencapaian tertinggi bagi setiap manajer sepak bola di Eropa. Kompetisi yang mempertemukan klub-klub terbaik Benua Biru ini menuntut fleksibilitas taktik, ketahanan mental, serta kepemimpinan tingkat tinggi. Sepanjang sejarah gelaran Kuping Besar, sejak era European Cup hingga format modern Champions League, hanya segelintir juru taktik jenius yang sanggup menaklukkan Eropa lebih dari sekali dan mengukir nama mereka dalam panggung keabadian.
Di puncak tertinggi takhta kepelatihan Eropa, sosok Carlo Ancelotti berdiri tanpa tanding sebagai manajer tersukses sepanjang sejarah kompetisi ini dengan raihan lima gelar juara.
Kehebatan Carlo Ancelotti dalam panggung Liga Champions menciptakan rekor tersendiri yang sulit ditandingi. Pria asal Italia yang dijuluki "Don Carlo" ini berhasil mengoleksi lima trofi Eropa bersama dua klub paling legendaris di dunia, yaitu AC Milan dan Real Madrid. Keahliannya dalam mengelola ruang ganti bertabur bintang serta ketenangan taktisnya menjadi kunci utama kesuksesan jangka panjang di level tertinggi.
Baca juga: Siapa Pemilik Manchester City?
Perjalanan sejarah Ancelotti dimulai saat mengantar AC Milan meraih kejayaan pada tahun 2003 dan 2007. Sentuhan emasnya berlanjut ketika menangani Real Madrid, di mana ia mempersembahkan trofi La Décima yang sangat didambakan pada tahun 2014, sebelum kembali bertahta pada tahun 2022 dan 2024. Pencapaian ini kian mengukuhkan posisinya sebagai raja taktik Eropa yang tak tergoyahkan.
Di bawah Ancelotti, terdapat tiga nama besar yang masing-masing mengoleksi tiga gelar Liga Champions: Bob Paisley, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, dan Luis Enrique. Setiap manajer dalam kelompok elite ini mewakili era keemasan dan pendekatan filosofis yang sangat khas dalam sejarah sepak bola.
Bob Paisley menjadi juru taktik pertama yang mampu memenangkan tiga gelar European Cup, seluruhnya diraih bersama Liverpool pada tahun 1977, 1978, dan 1981.
Sementara itu, Zinedine Zidane mengukir rekor fenomenal bersama Real Madrid dengan meraih tiga trofi secara beruntun dari tahun 2016 hingga 2018, sebuah catatan three-peat yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern Champions League.
Baca juga: Pemain yang Pernah Memenangkan Puskas Award
Pep Guardiola membuktikan kejeniusan taktisnya lewat dua gelar bersama Barcelona pada 2009 dan 2011, sebelum mengantarkan Manchester City meraih trofi Eropa perdana mereka sekaligus melengkapi treble historis pada 2023. Terakhir, Luis Enrique meraih satu gelar bersama Barcelona, lalu dua gelar beruntun dalam dua musim terakhir bersama Paris Saint-Germain.
Di luar jajaran pemegang tiga gelar atau lebih, terdapat kelompok manajer legendaris yang mengoleksi dua gelar juara Eropa. Nama-nama seperti Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan José Mourinho (Porto, Inter Milan) menjadi simbol ketangguhan mental serta kemampuan membangun skuad pemenang di era berbeda.
Mourinho bahkan mencatatkan namanya sebagai salah satu dari sedikit manajer yang sanggup meraih trofi ini bersama dua klub berbeda.
Tokoh-tokoh legendaris lainnya yang mengoleksi dua gelar mencakup Vicente del Bosque bersama Real Madrid, Ottmar Hitzfeld bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munchen, Jupp Heynckes bersama Real Madrid dan Bayern Munchen, serta inovator taktik Arrigo Sacchi bersama AC Milan.
Baca juga: Kenapa Pertandingan Sepak Bola Tidak Memakai Golden Goal Lagi
Kehadiran mereka menegaskan bahwa untuk memenangkan trofi paling bergengsi di Eropa secara berulang dibutuhkan kombinasi kejeniusan taktis, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi dengan tingginya intensitas sepak bola modern.
5 Gelar
Carlo Ancelotti – AC Milan 2003, 2007; Real Madrid 2014, 2022, 2024
3 Gelar
Bob Paisley – Liverpool 1977, 1978, 1981
Zinédine Zidane – Real Madrid 2016, 2017, 2018
Pep Guardiola – Barcelona 2009, 2011; Manchester City 2023
Luis Enrique – Barcelona 2015, Paris 2025, 2026
2 Gelar
José Villalonga – Real Madrid 1956, 1957
Luis Carniglia – Real Madrid 1958, 1959
Béla Guttmann – Benfica 1961, 1962
Helenio Herrera – Inter 1964, 1965
Miguel Muñoz – Real Madrid 1960, 1966
Nereo Rocco – AC Milan 1963, 1969
Ștefan Kovács – Ajax 1972, 1973
Dettmar Cramer – Bayern 1975, 1976
Brian Clough – Nottingham Forest 1979, 1980
Ernst Happel – Feyenoord 1970, Hamburg 1983
Arrigo Sacchi – AC Milan 1989, 1990
Ottmar Hitzfeld – Dortmund 1997, Bayern 2001
Vicente del Bosque – Real Madrid 2000, 2002
Sir Alex Ferguson – Manchester United 1999, 2008
José Mourinho – Porto 2004, Inter 2010
Jupp Heynckes – Real Madrid 1998, Bayern 2013