Manchester City telah mengalami perubahan besar sejak Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan melalui Abu Dhabi United Group mengambil alih kepemilikan klub pada 2008. Sejak pergantian kepemilikan tersebut, City berkembang dari klub Premier League yang sedang membangun kembali kekuatannya menjadi salah satu organisasi sepak bola dengan jangkauan global.

Sheikh Mansour menjadi pemilik mayoritas Manchester City melalui Newton Investment and Development LLC. Struktur kepemilikan tersebut juga mencakup Silver Lake, perusahaan investasi teknologi asal Amerika Serikat yang memiliki saham minoritas hampir 17 persen. 

Sheikh Mansour Ambil Alih City pada 2008

Pergantian kepemilikan Manchester City terjadi pada September 2008. Sheikh Mansour kemudian menyampaikan kepada pendukung klub bahwa investasi tersebut ditujukan untuk membangun Manchester City menjadi klub yang sukses sekaligus berkelanjutan.

Kedatangan pemilik baru langsung diikuti perubahan besar dalam strategi klub. Pada hari pengumuman pengambilalihan, City mendatangkan Robinho dari Real Madrid dengan nilai transfer yang saat itu menjadi rekor Inggris. Setelah itu, sejumlah pemain ternama seperti Carlos Tevez, Vincent Kompany dan Nigel de Jong ikut bergabung.

Baca juga: CEO Man City Sebut Putusan Bersalah Sebagai Konspirasi Premier League

Investasi tersebut kemudian berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. City Football Academy dibangun sebagai pusat pengembangan pemain dan menjadi bagian penting dari struktur sepak bola klub.

Dalam laporan klub, Sheikh Mansour disebut memiliki pengaruh berkelanjutan terhadap transformasi Manchester City sejak awal kepemilikannya.

Dari Manchester City ke City Football Group

Perubahan Manchester City tidak berhenti pada tim utama. Pada 2013, City Football Group didirikan untuk membangun organisasi sepak bola dengan jangkauan internasional.

CFG kemudian memperluas portofolionya melalui kepemilikan atau kerja sama dengan sejumlah klub di berbagai negara. Saat ini, grup tersebut mencantumkan 12 klub dengan kepemilikan penuh atau parsial, termasuk Manchester City, New York City FC, Melbourne City, Palermo, Bahia dan Girona.

Baca juga: Etihad Airways Siap Tuntut Premier League Usai Putusan Kasus Manchester City

Model tersebut membuat Manchester City menjadi bagian dari proyek sepak bola yang lebih luas daripada sekadar satu klub. CFG mengatakan pendekatan mereka mencakup pengembangan pemain, pengalaman suporter, peluang komersial dan pembangunan komunitas. 

Era Kesuksesan di Bawah Kepemilikan Sheikh Mansour

Perubahan finansial dan struktural tersebut diikuti peningkatan prestasi di lapangan. Manchester City memenangkan gelar Premier League pertamanya pada 2011-12, empat tahun setelah pengambilalihan, dan kemudian berkembang menjadi salah satu klub dominan di sepak bola Inggris.

City juga berhasil memenangkan berbagai trofi domestik dan Eropa. Klub meraih gelar Liga Champions pertamanya pada 2023 sebagai bagian dari treble bersejarah, sekaligus menambah pencapaian besar dalam periode kepemilikan Sheikh Mansour. 

Baca juga: PM Inggris Akui Khawatir Terkait Potensi Penjualan Man City Usai Divonis Bersalah

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menjalankan peran penting dalam pengelolaan klub dan menjadi salah satu figur utama dalam struktur kepemilikan tersebut. Pada September 2026, Al Mubarak kembali mengatakan bahwa Sheikh Mansour tidak memiliki niat untuk menjual Manchester City dan berkomitmen melanjutkan pengembangan klub.

Kepemilikan City di Tengah Sorotan Finansial

Nama Sheikh Mansour juga kembali menjadi perhatian setelah Manchester City menghadapi perkara finansial Premier League yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca juga: “Kontrak dan Kesepakatan Palsu”, Premier League Menyatakan Man City Bersalah

Pada September 2026, komisi independen Premier League menyatakan Manchester City melakukan pelanggaran serius terhadap sejumlah aturan finansial. Premier League mengatakan komisi menemukan penggunaan kontrak komersial palsu yang disebut “sham” dalam skema yang menaikkan pendapatan dan menekan biaya lebih dari £900 juta selama periode 2009/10 hingga 2017/18. City membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding.

Kasus tersebut belum berakhir karena proses banding dan penentuan sanksi masih menjadi tahap berikutnya. Premier League juga belum menerapkan hukuman final terhadap klub terkait putusan tersebut.

Sheikh Mansour dan Masa Depan Manchester City

Lebih dari satu dekade setelah pengambilalihan, kepemilikan Sheikh Mansour tetap menjadi fondasi utama struktur Manchester City. Melalui Newton Investment and Development LLC, ia mempertahankan posisi sebagai pemilik mayoritas klub dan pemegang mayoritas City Football Group.

Perubahan yang terjadi sejak 2008 mencakup investasi terhadap pemain, akademi, stadion, jaringan klub dan ekspansi internasional. Pada saat yang sama, kepemilikan tersebut kini menghadapi babak baru dengan proses hukum Premier League yang masih berjalan.

Bagi Manchester City, arah masa depan akan bergantung pada bagaimana klub melewati proses hukum tersebut sembari mempertahankan struktur sepak bola dan bisnis yang telah dibangun sejak 2008. Sheikh Mansour tetap menjadi figur sentral dalam struktur kepemilikan yang membawa City memasuki era baru dalam sejarah klub.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!