Juventus sukses menjaga asa untuk lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions 2025/26 setelah membungkam tamunya, Benfica, dengan skor 2-0 di Allianz Stadium pada Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini terasa spesial bagi armada asuhan Luciano Spalletti. Selain karena performa dominan di babak kedua, gol-gol dari dua gelandang andalan, Khephren Thuram dan Weston McKennie, memastikan raksasa Portugal pimpinan Jose Mourinho pulang dengan tangan hampa.

Kebuntuan yang Pecah Lewat Aksi Thuram

Babak pertama berjalan sangat ketat dengan kedua tim saling jual beli serangan. Kenan Yildiz sempat menguji ketangguhan Anatoliy Trubin lewat tendangan melengkung, sementara Benfica mengancam melalui serangan balik Georgiy Sudakov. Namun, papan skor tetap menunjukkan angka nol hingga jeda.

Baca juga: Spalletti Membumi, Sebut Juventus Belum Selevel Inter dan Napoli

Instruksi Spalletti di ruang ganti tampaknya berbuah manis. Pada menit ke-55, Khephren Thuram melakukan aksi individu yang memukau. 

Ia menggiring bola masuk ke dalam kotak penalti, melewati adangan pemain bertahan lawan, dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang yang tak mampu dijangkau Trubin. Allianz Stadium pun bergemuruh menyambut gol perdana Thuram di kompetisi kasta tertinggi Eropa ini.

Rekor Bersejarah Weston McKennie

Hanya berselang sembilan menit, Juventus menggandakan keunggulan. Weston McKennie kembali membuktikan bahwa dirinya adalah kartu as Juve di Liga Champions musim ini. 

Bekerja sama satu-dua dengan Jonathan David, gelandang asal Amerika Serikat itu dengan tenang menyarangkan bola ke jala Benfica.

Gol ini bermakna ganda bagi McKennie. Ia kini menjadi pemain Juventus pertama yang mencetak gol dalam tiga pertandingan Liga Champions berturut-turut (melawan Bodo/Glimt, Pafos, dan Benfica) sejak Federico Chiesa melakukannya lebih dari lima tahun yang lalu.

Baca juga: Benfica Hentikan Napoli 2-0, Mimpi Partenopei di UCL Kian Tipis

Drama Penalti Sial bagi Pavlidis

Benfica sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-81 setelah VAR menghadiahi mereka penalti akibat pelanggaran Gleison Bremer terhadap Leandro Barreiro.

Namun, dewi fortuna sedang tidak memihak tim tamu. Vangelis Pavlidis yang maju sebagai algojo terpeleset saat melakukan ancang-ancang, menyebabkan tendangannya melenceng jauh dari gawang Michele Di Gregorio. Kegagalan ini mematikan momentum kebangkitan As Aguias hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini, Juventus naik ke posisi 15 klasemen fase liga dan hanya terpaut satu poin dari batas zona aman delapan besar. Sebaliknya, Benfica harus berjuang keras di partai terakhir untuk setidaknya mengamankan posisi di babak knockout playoff.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!