Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melancarkan kritik pedas terhadap klaim José Mourinho usai laga dramatis Liga Champions di Stadio Olimpico. Gasperini menegaskan bahwa Real Madrid sebenarnya kalah kelas dalam segala aspek permainan sebelum timnya kebobolan tiga gol dari situasi sepak pojok pada sepuluh menit terakhir pertandingan.
Komentar ini muncul sebagai balasan atas psywar Mourinho yang menyebut para pemain Roma telah "mati" secara fisik di penghujung laga. Gasperini tak menampik rasa kecewa yang mendalam atas kekalahan 3-4 yang dialami timnya, namun ia menolak narasi bahwa anak asuhnya kalah karena kehabisan stamina.
Sempat unggul nyaman 3-1 lewat gol Marten de Roon dan dwigol Donyell Malen, Roma terkapar setelah Carlos Espí, Endrick, serta Antonio Rüdiger mencetak gol beruntun dari situasi sepak pojok Arda Güler sejak menit ke-83.
Baca juga: Real Madrid Comeback Sensasional, Kalahkan AS Roma 4-3 di Liga Champions
Menanggapi anggapan Mourinho bahwa Roma kehabisan tenaga, Gasperini menilai analisis tersebut keliru dan menutup mata dari kenyataan dominasi timnya.
“Jika ada tim yang tampak kehabisan tenaga, tim itu adalah Real Madrid. Kami mengungguli mereka dalam segala aspek; mereka hanya mencetak gol lewat situasi sepak pojok, tetapi di luar itu, kami benar-benar mampu mengimbangi mereka,” kata Gasperini.
“Memang benar kami harus belajar cara menuntaskan pertandingan hingga akhir—menit-menit terakhir itu sangat menentukan. Kami harus terus mengembangkan gaya permainan kami dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.”
Ia menambahkan bahwa kegagalan timnya mengunci kemenangan lebih disebabkan oleh hilangnya fokus dan ketegasan di lini belakang.
Bagi Gasperini, kebobolan tiga gol serupa dari situasi sepak pojok berturut-turut merupakan pil pahit yang sangat sulit diterima. Ia mengakui ada kepasifan yang tak seharusnya terjadi pada momen-momen krusial tersebut.
“Mereka juga mendapatkan sepak pojok di babak pertama, tetapi di menit-menit akhir, kami seolah lumpuh karena rasa takut saat menghadapi situasi tersebut; mereka mencetak gol dengan terlalu mudah,” ujar Gasperini.
Baca juga: Mourinho Tegaskan Real Madrid Tak Terhentikan dalam Comeback 4-3 Lawan Roma
“Ada penyesalan yang sangat besar, karena pertandingan yang dijalani seperti itu seharusnya tidak berakhir dengan epilog seperti ini.”
“Kita harus memanfaatkan hal-hal positif yang ada. Jadi, meskipun kekalahan ini terasa sangat berat, kita harus segera bangkit; jika tidak, semua hal baik yang kita tunjukkan dalam pertandingan ini akan sia-sia,” tegas sang pelatih.
“Ini memang sulit untuk diterima, padahal Roma sempat menampilkan performa yang sangat bagus, namun akhirnya kita rusak sendiri. Terlepas dari keunggulan Real Madrid dalam situasi bola mati, kita bermain terlalu pasif, dan itu sungguh disayangkan.”
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Giallorossi yang sejatinya mampu mengurung raksasa Spanyol tersebut sepanjang mayoritas laga, namun harus pulang tanpa poin akibat kelengahan fatal di menit-menit krusial.