Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai kekalahan 2-3 dari Manchester United di Liga Champions 2026-27 sebagai pengalaman penting bagi timnya. Meski kecewa karena kehilangan keunggulan dua gol, ia percaya hasil tersebut dapat memberikan pelajaran berharga untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Roma sebenarnya memulai laga di Old Trafford dengan sangat baik. Matías Soulé membawa tim tamu unggul pada menit ke-11, sebelum Donyell Malen menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti enam menit kemudian. Namun, Manchester United bangkit pada babak kedua melalui penalti Bruno Fernandes serta dua gol Matheus Cunha pada menit ke-83 dan 86. 

Gasperini Soroti Perubahan Momentum 

Gasperini mengakui Roma kesulitan menghadapi tekanan Manchester United setelah tuan rumah memperkecil ketertinggalan melalui titik putih. Menurutnya, gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membuat para pemainnya kehilangan kendali.

"Ini pertandingan yang berbeda dibandingkan saat melawan Real Madrid. Dalam pertandingan itu, semuanya terjadi dalam beberapa menit terakhir melalui situasi bola mati. Kali ini, setelah penalti, Manchester United mendapatkan dorongan semangat yang besar dan kami tidak mampu menahan tekanan mereka," ujar Gasperini seperti dikutip dari wawancara bersama Sky Sport Italia. 

Baca juga: MU Bangkit Dramatis, Cunha Cetak Brace untuk Kalahkan Roma 3-2

Ia juga menilai Roma tidak lagi mampu memberikan tekanan yang sama kepada para pemain depan United seperti yang mereka lakukan pada babak pertama. Gasperini merasa timnya seharusnya menggunakan pendekatan berbeda, termasuk lebih sering memainkan bola panjang untuk mengurangi tekanan lawan.

"Kami tidak lagi mampu menjaga pemain-pemain yang menjadi acuan dalam permainan mereka. Mereka unggul dalam tekanan dan tidak membiarkan kami bermain. Kami mungkin seharusnya lebih banyak menghentikan ritme permainan dengan duel-duel tambahan," lanjutnya. 

Roma Diminta Lepas Tekanan untuk Selalu Menang

Kekalahan dari Manchester United menjadi hasil mengecewakan lainnya bagi Roma setelah sebelumnya mereka juga kehilangan keunggulan saat menghadapi Real Madrid. Namun, Gasperini menegaskan kedua pertandingan tersebut memiliki karakter berbeda.

Pelatih asal Italia itu bahkan menganggap kekalahan di Old Trafford akan memberikan pelajaran lebih besar bagi timnya dibandingkan hasil melawan Real Madrid. Ia menilai para pemain perlu belajar mengelola tekanan ketika menghadapi situasi sulit, terutama saat lawan mulai meningkatkan intensitas permainan.

Baca juga: Carrick Tak Ingin Terlena usai Manchester United Menang Dramatis atas Roma

"Sejujurnya, kami belajar lebih banyak dari pertandingan ini dibandingkan saat melawan Real Madrid. Kekalahan itu terasa sulit diprediksi, sedangkan hari ini ada beberapa momen ketika tekanan di Old Trafford meningkat dan kami harus mampu menghadapinya dengan lebih baik pada masa mendatang," kata Gasperini. 

Ia juga berharap para pemain Roma tidak terlalu terbebani oleh tuntutan untuk selalu meraih kemenangan. Menurutnya, pengalaman menghadapi Manchester United di atmosfer Old Trafford harus dimanfaatkan sebagai bekal untuk perkembangan tim.

"Tim ini mungkin harus melepaskan sedikit tekanan untuk mendapatkan hasil dengan segala cara. Pertandingan ini akan sangat berguna bagi kami, bahkan lebih daripada pertandingan-pertandingan sebelumnya," tutup Gasperini. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!