Marcus Rashford kembali masuk skuad Barcelona untuk menghadapi laga krusial Liga Champions UEFA melawan Chelsea pada Rabu (26/11) dini hari WIB. Namun, bukan hanya kesembuhan fisiknya yang menjadi sorotan, melainkan transformasi mental yang dialami sang penyerang. Pelatih kepala Blaugrana, Hansi Flick, percaya bahwa kepindahan dan perubahan budaya lah yang telah membuka kembali potensi penuh penyerang pinjaman dari Manchester United itu.

Rashford, yang sedang menjalani masa peminjaman impiannya di Catalonia, telah menampilkan performa gemilang. Kontribusi enam gol dan sembilan assist dalam 16 penampilan di semua kompetisi, termasuk empat gol di Liga Champions.

Budaya Baru, Senyum Baru

Berbicara menjelang laga Matchday Kelima Liga Champions di Stamford Bridge, Flick memuji kualitas bawaan Rashford, namun menggarisbawahi bahwa pengalaman di luar Inggris telah memberikan dimensi baru dalam performa pemain berusia 28 tahun itu.

“Saya sangat, sangat senang,” kata Flick, mengonfirmasi kembalinya Rashford ke skuad setelah sempat absen karena sakit. "Kami akan memutuskan besok apakah dia akan bermain dari awal atau dari bangku cadangan. Tapi seperti yang sudah saya katakan, saya senang dia ada di tim kami.”

Baca juga: Barcelona Akhirnya Kembali ke Camp Nou Setelah Dua Setengah Tahun

“Terakhir kali kami melawan Newcastle, saya juga mengatakan ini. Saya sudah mengikuti, saya rasa, sepanjang kariernya. Saya terkesan dengannya, dengan kualitasnya, apa yang dia lakukan di kotak penalti, apa yang dia lakukan di depan gawang."

Flick kemudian menjelaskan faktor X di balik kebangkitan tersebut, yaitu adaptasi budaya.

“Dia juga menunjukkannya di Barcelona, ​​dan itu sangat bagus. Tapi baginya, ini adalah perubahan untuk tinggal di budaya yang berbeda. Orang-orang di Barcelona luar biasa, cuacanya juga bagus. Bagi saya, ini luar biasa,” jelas Flick.

"Sekarang Anda bisa lihat dia juga banyak tersenyum, dan jika dia bisa menikmati suasana yang kita miliki, itu juga bagus untuknya."

Pernyataan Flick mengisyaratkan bahwa Rashford tidak hanya menemukan sistem taktis yang cocok di bawah pelatih asal Jerman itu, tetapi juga menemukan kegembiraan dan kedamaian di luar lapangan, jauh dari tekanan intens yang ia alami di Manchester. Lingkungan Catalan, dengan sinar matahari, orang-orangnya, dan filosofi sepak bola, tampaknya telah membangun kariernya kembali.

Momok Chelsea Siap Beraksi

Kembalinya Rashford tepat waktu untuk menghadapi Chelsea merupakan dorongan besar bagi Barcelona. Penyerang serba bisa itu tidak hanya kembali ke kebugaran penuh setelah demam, tetapi ia juga memiliki rekor menakutkan melawan The Blues.

Baca juga: Laporta Konfirmasi Patung Messi Akan Hiasi Camp Nou Baru

Selama kariernya, Rashford telah menjadi momok bagi Chelsea, mencetak tujuh gol dan menyumbang delapan assist dalam 21 pertemuan. 

Dengan absennya playmaker andalan Barcelona, Pedri, dan juga Gavi yang cedera panjang, kontribusi kreatif dan ketajaman Rashford, terutama di sayap kiri,  akan sangat vital. 

Barcelona saat ini berada di peringkat 11 di klasemen Fase Liga, tepat di atas Chelsea, membuat hasil di Stamford Bridge menjadi sangat penting bagi ambisi kedua tim untuk mengamankan tiket babak 16 besar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!