Bruno Fernandes tidak pernah takut berbicara jujur. Dan dalam wawancara terbaru dengan The Sunday Times, kapten Manchester United itu menyampaikan pendapatnya yang tegas soal Harry Kane: striker Inggris itu berada di jalur yang tepat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026.

Selain itu, gelandang asal Portugal tersebut memuji keputusan Kane meninggalkan Tottenham tiga tahun lalu adalah salah satu langkah terbaik yang pernah dilakukan seorang pemain dalam generasi ini.

Keputusannya Tepat Tinggalkan Spurs

Fernandes tidak meragukan keputusan Kane yang pergi ke Bayern Munich pada musim panas 2023 seharga £104 juta. Bagi Fernandes, kepergian itu bukan soal meninggalkan kenyamanan, ini soal membuktikan ambisi.

"Kita telah melihat banyak pemenang Ballon d'Or yang belum pernah memenangkan Liga Champions. Mereka tetap menang karena mereka adalah yang terbaik," kata Fernandes.

Baca juga: Perburuan Sepatu Emas Eropa: Kane dan Mbappé Saling Sikut, Haaland Mengintai

"Jika dia tetap tinggal [di Tottenham] satu atau dua musim lagi, dia akan menjadi pencetak gol terbaik sepanjang masa di Premier League. Jadi, apakah dia akan menjadi legenda atau tidak? Dia akan menjadi legenda.

“Dia memutuskan untuk pergi ke Bayern dan keputusan itu bagus karena dia tahu dia memiliki peluang besar untuk memenangkan trofi. Dan sekarang kita berbicara tentang Harry Kane yang mencetak jumlah gol yang sama seperti yang dia cetak di Tottenham, tetapi dia mungkin akan memenangkan Ballon d'Or sekarang karena dia akan memenangkan trofi."

Komentar itu bukan hanya pujian biasa. Dari sudut pandang seorang pemain yang sendiri belum banyak meraih trofi kolektif, meski terus bersinar secara individu, Fernandes memahami dilema yang dihadapi Kane lebih dari siapa pun.

"Jelas, lebih mudah bagi saya untuk mengatakannya karena saya belum memenangkan banyak trofi. Dan trofi itu penting. Tetapi pada saat yang sama, Anda tidak bermain sendirian. Ini bukan tenis,” tambahnya.

Angka yang Tak Terbantahkan

Dan memang, apa yang Kane lakukan di Munich tidak memberikan ruang untuk diperdebatkan. Musim ini saja di Bundesliga, Kane telah mencetak 31 gol dalam 26 penampilan, rata-rata satu gol tiap 67 menit. Total ia telah mencetak 49 gol dari 41 laga di semua kompetisi.

Rekor itu menempatkannya dalam jalur untuk menyamai atau bahkan memecahkan rekor gol satu musim Bundesliga milik Robert Lewandowski sebesar 41 gol yang dibuat pada 2020/21.

Baca juga: Bayern Munich Bungkam Real Madrid 2-1 di Bernabeu

Di tingkat Eropa, rekamnya tak kalah mengagumkan. Dalam fase liga Champions League 2025-26, Kane mencetak dua gol melawan Chelsea untuk melampaui David Beckham sebagai orang Inggris dengan kombinasi gol dan assist terbanyak di Liga Champions.

Secara keseluruhan sejak bergabung dengan Bayern, Kane telah mencetak 134 gol di semua kompetisi dan mencapai 100 gol di Bayern hanya dalam 104 pertandingan.

Trofi Jadi Variabel Penting

Selama bertahun-tahun di Tottenham, Kane adalah anomali, pemain terbaik di dunia yang tidak pernah memenangkan apa pun. Itu yang membuat namanya selalu absen dari percakapan Ballon d'Or yang serius. Tapi narasi itu berubah.

Pada Mei 2025, Kane akhirnya meraih trofi besar pertamanya, gelar Bundesliga bersama Bayern Munich, dan mengangkat piala untuk pertama kali dalam kariernya setelah 14 tahun berkarir profesional.

Kini, dengan Bayern dalam perburuan Bundesliga lagi dan masuk dalam daftar kandidat terkuat Liga Champions, peluang Kane semakin terbuka lebar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!