Klub-klub Serie A menorehkan rekor yang tidak diinginkan dalam sejarah Liga Champions setelah keempat wakil Italia menelan kekalahan pada matchday kedua fase liga musim 2026-2027. Dua hasil negatif yang dialami AS Roma dan Como memastikan seluruh perwakilan Italia mengakhiri pertandingan pekan tersebut tanpa meraih satu poin pun.

Roma kalah dramatis 3-4 dari Real Madrid di Stadio Olimpico, sementara Como harus mengakui keunggulan Feyenoord dengan skor 2-3 di Rotterdam. Kedua hasil itu melengkapi kekalahan Inter Milan dan Napoli yang lebih dahulu terjadi sehari sebelumnya. Menurut Opta, ini merupakan pertama kalinya seluruh empat klub Italia yang berpartisipasi mengalami kekalahan dalam satu matchday Liga Champions.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="it" dir="ltr">4 - Per la prima volta nella storia, quattro squadre italiane hanno perso nel corso dello stesso turno di UEFA Champions League. Collasso. #UCL</p>&mdash; OptaPaolo (@OptaPaolo) <a href="https://x.com/OptaPaolo/status/2110475507456520393?ref_src=twsrc%5Etfw">October 14, 2026</a></blockquote> <script async src="https://platform.x.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Secara keseluruhan, keempat klub tersebut kebobolan 14 gol dan hanya mampu mencetak sembilan gol. Tiga di antaranya juga gagal mempertahankan keunggulan setelah lebih dahulu memimpin pertandingan.

Roma dan Como Tumbang 

Roma menjadi sorotan setelah menyia-nyiakan peluang meraih kemenangan melawan Real Madrid. Giallorossi sempat unggul 3-1 setelah Donyell Malen mencetak dua gol pada awal babak kedua. Namun, Real Madrid melancarkan kebangkitan dramatis dengan mencetak tiga gol pada tujuh menit terakhir pertandingan.

Carlos Espí memperkecil ketertinggalan, sebelum Endrick menyamakan kedudukan. Antonio Rüdiger kemudian memastikan kemenangan Real Madrid melalui gol pada menit ke-90. Hasil itu meninggalkan kekecewaan besar bagi Roma yang sebelumnya berada dalam posisi menguntungkan.

Sementara itu, Como juga mengalami kekalahan menyakitkan dalam penampilan bersejarah mereka di kompetisi elite Eropa. Tim asuhan Cesc Fabregas sempat memimpin melalui Assane Diao, tetapi Feyenoord segera menyamakan skor lewat Givairo Zechiël.

Baca juga: Inter Milan 3-4 Club Brugge: Hat-trick Tresoldi Bawa Brugge Menang Dramatis

Anis Hadj Moussa membawa Feyenoord unggul pada babak kedua. Gol bunuh diri kiper Como, Robert Sánchez, kemudian memperbesar keunggulan tuan rumah sebelum Tasos Douvikas memperkecil skor pada masa tambahan waktu. Como akhirnya kalah 2-3 meskipun sempat memberikan perlawanan sengit.

Fabregas mengakui bahwa Liga Champions menuntut level permainan yang lebih tinggi dan timnya masih harus berkembang secara bertahap untuk bersaing di kompetisi tersebut.

Inter dan Napoli Lebih Dulu Menelan Kekalahan

Sebelum Roma dan Como gagal meraih poin, Inter Milan dan Napoli sudah lebih dahulu mengalami hasil mengecewakan pada Selasa.

Inter kalah 3-4 dari Club Brugge di San Siro. Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Nerazzurri di Liga Champions. Inter telah menelan tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir mereka di kompetisi tersebut, kontras dengan keberhasilan mencapai final pada 2023 dan 2025.

Napoli juga gagal memanfaatkan keuntungan setelah lebih dahulu mencetak gol dalam lawatan ke markas Villarreal. Wakil Spanyol itu membalikkan keadaan untuk menang 3-1 setelah memanfaatkan sejumlah kesalahan pertahanan tim asuhan Massimiliano Allegri.

Baca juga: Real Madrid Comeback Sensasional, Kalahkan AS Roma 4-3 di Liga Champions

Ketiga kekalahan yang dialami Napoli, Como, dan Roma memiliki kesamaan: mereka sempat berada dalam posisi unggul, tetapi gagal mempertahankan hasil tersebut hingga akhir pertandingan.

Tantangan Besar bagi Sepak Bola Italia

Hasil buruk tersebut menambah tekanan terhadap sepak bola Italia yang sedang melewati periode sulit. Kegagalan empat wakil Serie A meraih poin dalam satu matchday Liga Champions menjadi catatan yang mengkhawatirkan, terutama karena sejumlah kekalahan terjadi setelah tim-tim Italia sempat memiliki peluang untuk menang.

Bagi Roma, kegagalan mempertahankan keunggulan melawan Real Madrid memperlihatkan pentingnya konsentrasi hingga menit terakhir. Penyerang Matías Soulé menilai timnya perlu menjadikan kekalahan itu sebagai pelajaran, khususnya setelah kebobolan tiga gol dalam rentang waktu yang singkat.

Como, di sisi lain, masih berada pada tahap awal perjalanan mereka di kompetisi Eropa. Pengalaman menghadapi lawan-lawan elite di Liga Champions diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya.

Inter dan Napoli juga harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan fase liga. Dengan empat kekalahan dari empat pertandingan wakil Italia, matchday kedua musim ini menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Serie A di pentas Eropa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!