Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Michael Carrick meyakini dirinya masih mendapat dukungan penuh dari jajaran petinggi Manchester United, meskipun ia mengakui harus segera membawa timnya kembali meraih kemenangan untuk mengamankan posisinya sebagai pelatih. Carrick juga membantah adanya budaya toksik di Old Trafford setelah mantan pelatih Erik ten Hag melontarkan kritik terhadap lingkungan internal klub.
Pernyataan tersebut disampaikan Carrick pada Selasa (20/10), menjelang lawatan Manchester United ke markas Como dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027. Tekanan terhadap pelatih berusia 45 tahun itu semakin meningkat setelah United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada akhir pekan lalu, sehingga mereka tertahan di peringkat ke-13 klasemen Premier League. United juga belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Ketika ditanya apakah masih merasa mendapat kepercayaan dari petinggi klub di tengah rentetan hasil mengecewakan, Carrick memberikan jawaban tegas. Ia menyatakan memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang-orang di klub dan memahami bahwa hasil pertandingan tetap menjadi tolok ukur utama pekerjaannya.
“Ya, tentu. Mengapa tidak?” ujar Carrick. “Saya berada dalam posisi ini, dan saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua orang di klub. Kami harus memenangkan pertandingan sepak bola, dan itulah yang sedang kami upayakan.”
Baca juga: Carrick Sebut Hasil Imbang Manchester United Kontra Leeds sebagai Titik Awal Baru
Carrick juga menyebut tidak membutuhkan jaminan tambahan dari manajemen mengenai masa depannya. Menurutnya, ia memahami tanggung jawab sebagai pelatih Manchester United serta konsekuensi yang muncul apabila tim gagal memenuhi ekspektasi.
“Kami harus memenangkan pertandingan sepak bola agar semuanya berjalan dengan baik,” kata Carrick, menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah memperbaiki performa tim daripada memikirkan spekulasi mengenai posisinya.
Komentar Carrick muncul setelah Ten Hag, yang menangani Manchester United pada periode 2022 hingga 2024, mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara klub dikelola selama masa kepelatihannya.
Dalam wawancara dengan The Athletic, pelatih asal Belanda itu menuduh jajaran eksekutif tidak memberikan dukungan yang memadai dalam sejumlah persoalan disiplin dan justru memberikan terlalu banyak kuasa kepada para pemain.
Ten Hag bahkan menyebut klub terus mempertahankan budaya toksik. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah janji manajemen tidak dipenuhi, termasuk terkait komunikasi dan dukungan terhadap keputusannya.
Salah satu persoalan yang disorot adalah penjualan Scott McTominay, meskipun ia mengaku telah meminta agar gelandang asal Skotlandia tersebut tidak dilepas.
Baca juga: Ten Hag Tuduh Ronaldo 'Mengecewakan Tim' dan Rusak Latihan Manchester United
Carrick menolak mengaitkan pengalamannya sendiri dengan tuduhan pendahulunya. Ia menilai komentar Ten Hag merupakan pandangan pribadi yang tidak perlu ditanggapinya secara berlebihan.
“Tidak, saya tidak mengalaminya,” kata Carrick ketika ditanya apakah pernah merasakan budaya toksik di Manchester United. "Para pemain dan staf telah memberikan segalanya yang mereka bisa berikan. Saya sangat senang dengan kebersamaan yang terjalin."
Carrick juga menegaskan bahwa komunikasi dengan direktur sepak bola Jason Wilcox, CEO Omar Berrada, pemilik klub, dan para pemain berjalan dengan jelas. Menurutnya, kesamaan arah antara seluruh elemen klub menjadi hal penting untuk membantu United keluar dari situasi sulit.
Manchester United kini menghadapi ujian penting saat bertandang ke markas Como pada Rabu (21/10). Pertandingan tersebut menjadi laga ketiga mereka di fase liga Liga Champions musim ini, sekaligus kesempatan untuk mengakhiri periode tanpa kemenangan.
United baru mencatatkan dua kemenangan di semua kompetisi musim ini, termasuk kemenangan 4-0 atas Sabah pada pertandingan pembuka Liga Champions bulan lalu. Rentetan hasil buruk sejak saat itu membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar, sementara persoalan cedera dan absensi pemain turut mempersulit persiapannya.
Sembilan pemain dipastikan tidak tersedia untuk pertandingan tersebut karena cedera, sakit, atau skorsing. Kondisi itu membuat Carrick harus mempertimbangkan sejumlah perubahan dalam susunan tim, terutama di lini pertahanan.
Dengan Manchester United masih berjuang menemukan konsistensi, pertandingan melawan Como berpotensi menjadi momen penting bagi Carrick. Ia memang mengaku masih mendapat kepercayaan dari manajemen, tetapi kemenangan tetap menjadi kebutuhan mendesak untuk meredakan tekanan dan mengembalikan arah perjalanan klub.
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!