Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Sejak pertama kali diprakarsai oleh surat kabar olahraga Italia Tuttosport pada tahun 2003, penghargaan Golden Boy telah menjelma menjadi tolok ukur paling prestisius bagi para talenta muda berusia di bawah 21 tahun yang berkiprah di panggung sepak bola Eropa. Anugerah ini bukan sekadar piala pajangan, melainkan sebuah stempel pengakuan global bahwa seorang pemain muda siap melangkah menjadi megabintang dunia.
Proses penentuannya melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media olahraga ternama Eropa, termasuk L'Équipe, Marca, The Guardian, Bild, dan De Telegraaf. Sepanjang dua dekade lebih keberadaannya, rekam jejak Golden Boy terbukti sangat akurat dalam memprediksi calon penguasa sepak bola masa depan.
Sejarah mencatat nama-nama besar yang pernah menggenggam piala emas berbentuk bola tersebut. Wayne Rooney menjadi pemenang edisi kedua pada 2004 usai tampil memukau bersama Everton dan timnas Inggris, sebelum Lionel Messi mengukuhkan dominasinya pada edisi 2005 bersama Barcelona. Keduanya membuktikan bahwa gelar ini merupakan batu loncatan menuju karier legendaris.
Dalam rentang waktu belakangan ini, deretan pemenang seperti Kylian Mbappé (2017), Erling Haaland (2020), dan Jude Bellingham (2023) makin mempertegas prestise ajang ini. Penampilan impresif Lamine Yamal saat menyabet gelar 2024 di usia 17 tahun mencatatkan rekor sebagai pemenang termuda sepanjang sejarah.
Baca juga: Cubarsí Pimpin 25 Finalis Golden Boy 2026: Premier League Dominasi Daftar Nominasi
Pada edisi paling gres edisi 2025, giliran winger serbabisa Paris Saint-Germain, Désiré Doué, yang dinobatkan sebagai yang terbaik setelah tampil sangat dominan di kompetisi domestik maupun antarklub Eropa.
Meski sebagian besar pemenang terbukti sanggup mencapai puncak kejayaan, status Golden Boy tak jarang menjadi beban berat bagi beberapa pemain. Ekspektasi tinggi publik dan media sering kali menghampiri mereka di usia yang masih sangat muda.
Pemain seperti Mario Balotelli, Alexandre Pato, atau Renato Sanches sempat mengalami dinamika karier yang naik-turun akibat cedera dan masalah konsistensi. Fenomena tersebut menegaskan bahwa memenangkan Golden Boy hanyalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang menuju kematangan karier di level teratas sepak bola modern.
2003: Rafael van der Vaart
2004: Wayne Rooney
2005: Lionel Messi
2006: Cesc Fàbregas
2007: Sergio Agüero
2008: Anderson
2009: Alexandre Pato
2010: Mario Balotelli
2011: Mario Götze
2012: Isco
2013: Paul Pogba
Baca juga: Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Mbappé Rebut Golden Boot
2014: Raheem Sterling
2015: Anthony Martial
2016: Renato Sanches
2017: Kylian Mbappé
2018: Matthijs de Ligt
2019: João Félix
2020: Erling Haaland
2021: Pedri
2022: Gavi
2023: Jude Bellingham
2024: Lamine Yamal
2025: Désiré Doué