Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembélé, memberikan tanggapan dingin namun elegan atas klaim mantan rekan setimnya, Kylian Mbappé, yang menyebut dirinya sebagai "sang terpilih". Dembélé menegaskan bahwa sepanjang kariernya, ia tidak pernah merasa memiliki label keistimewaan tersebut dan mengaitkan seluruh kesuksesannya murni pada kerja keras di balik layar.
Polemik ini bermula dari wawancara Mbappé bersama France Football menjelang pengumuman Ballon d'Or 2026. Penyerang Real Madrid tersebut membandingkan ekspektasi publik terhadap dirinya dan Dembélé sejak masa remaja, menyatakan bahwa Dembélé selalu dipandang sebagai pemain bertalenta biasa, sementara dirinya sejak awal diposisikan sebagai sosok yang ditakdirkan menjadi megabintang dunia.
Berbicara usai mengantarkan PSG menang 1-0 atas Brest, Dembélé yang berstatus sebagai pemenang bertahan Ballon d'Or memilih untuk memberikan perspektif yang sangat berbeda mengenai perjalanan kariernya.
Baca juga: Mbappé Yakin 2026 Momen Tepat Raih Ballon d'Or Pertama
"Saya selalu menjadi murid yang duduk di barisan paling belakang kelas, bekerja keras dalam diam," ujar Dembélé.
"Sepanjang karier saya, saya tidak pernah banyak bicara. Saya hanya bekerja sangat keras. Seperti yang saya katakan, saya tidak pernah menjadi 'sang terpilih', tetapi saya terus berjuang dan tahun lalu saya diganjar musim yang fantastis bersama Paris Saint-Germain. Untuk tahun ini, kita lihat saja nanti tanpa tekanan."
Pernyataan Dembélé menyoroti kontras tajam antara pendekatan kedua pilar Timnas Prancis tersebut. Mbappé secara terbuka mengusung ambisi pribadi untuk mengamankan trofi Ballon d'Or 2026 usai mengemas 42 gol musim lalu bersama Real Madrid, meski timnya mengakhiri musim tanpa gelar juara mayor.
Baca juga: Yamal Sebut Dirinya dan Mbappé Terbaik Dunia, Namun Berhak atas Ballon d'Or 2026
Di sisi lain, Dembélé tampil lebih tenang setelah memenangi Ballon d'Or usai treble historis bersama PSG dua musim lalu, termasuk mencetak 35 gol dan membawa Les Parisiens menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Menjelang malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 di London pada akhir Oktober mendatang, kedua sahabat ini kembali berada di garda terdepan persaingan, namun dengan narasi perjalanan karier yang sangat berseberangan.