Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi menyambut baik keputusan FIFA untuk membatalkan rencana penjualan saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Badan tertinggi sepak bola Eropa tersebut menegaskan akan segera bekerja sama dengan para mitra dan pemangku kepentingan global guna memastikan skema sepihak tanpa konsultasi seperti ini tidak dapat diulang di masa depan.
Langkah UEFA ini menyusul keputusan Presiden FIFA Gianni Infantino yang terpaksa menarik proposal bernilai 20 miliar dolar AS usai menghadapi penolakan masif dari konfederasi internasional, ancaman boikot 55 negara anggota UEFA, serta pengunduran diri pejabat internal.
Dalam pernyataan resminya, UEFA melontarkan kritik tajam terhadap cara FIFA menggodok rencana privatisasi tersebut di balik pintu tertutup. UEFA menilai tindakan tersebut telah merusak kepercayaan seluruh keluarga sepak bola dunia terhadap jajaran pimpinan FIFA di Zurich.
“UEFA menyambut baik keputusan FIFA untuk menarik rencananya menjual sebagian saham kompetisi-kompetisinya – termasuk Piala Dunia – ke pihak swasta,” tulis UEFA dalam pernyataan resminya.
Baca juga: FIFA Resmi Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Protes Global
“Usulan tersebut ditolak secara bulat oleh asosiasi nasional UEFA dan oleh banyak federasi dan konfederasi lain dari berbagai ukuran di seluruh dunia, yang tugasnya adalah melindungi sepak bola.
“UEFA mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar, liga, klub, pemain, individu, asosiasi, dan konfederasi yang menentang rencana tersebut, bersama dengan banyak Perdana Menteri, Kepala Negara, dan komentator yang telah menunjukkan kepada Presiden FIFA bahwa sepak bola tidak untuk dijual.
“Kita tidak bisa terus seperti ini dengan skema rahasia dalam jangka waktu yang dipercepat, yang dirancang oleh individu-individu tanpa identitas dan manfaatnya bagi permainan ini diragukan. Kita harus mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan meminta pertanggungjawaban mereka.
UEFA juga mengungkit kembali janji transparansi yang diucapkan Infantino saat pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada tahun 2016, sembari menegaskan bahwa kepemimpinan saat ini telah gagal memenuhi komitmen tersebut.
Sebagai langkah konkret ke depan, UEFA mendorong pemanfaatan dana cadangan FIFA yang mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS untuk membiayai pengembangan sepak bola di 211 negara anggota melalui program FIFA Forward.
Menurut UEFA, penguatan sepak bola akar rumput harus dilakukan tanpa harus mengorbankan atau menjual hak kepemilikan turnamen terakbar di dunia.
Baca juga: FIFA Bela Diri, Tegaskan Tak Jual Sepak Bola dan Tetap Lanjutkan Proposal
Peninjauan mendalam yang akan digalang UEFA bersama konfederasi lintas benua diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola sepak bola internasional.
Pesan yang disampaikan UEFA sangat tegas bahwa setiap keputusan strategis yang menyangkut masa depan sepak bola dunia wajib melalui proses konsultasi terbuka dan menghormati seluruh pemangku kepentingan.
“Ini adalah kemenangan bagi sepak bola. Tetapi ini tidak boleh menjadi akhir dari cerita. Proposal tersebut telah disetujui. Tugas membangun kembali kepercayaan pada FIFA baru saja dimulai,” tutup UEFA.