Tuchel Akui Kebugaran Saka di Piala Dunia Perlu Dipantau
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa Bukayo Saka tidak akan dipaksakan tampil penuh selama Piala Dunia akibat cedera Achilles yang berkepanjangan. Winger andalan Arsenal tersebut harus menjalani program latihan khusus setelah diketahui bermain dengan menahan rasa sakit di fase krusial akhir musim lalu demi membantu klubnya.
Berbicara dalam konferensi pers menjelang laga uji coba, Tuchel mengungkapkan bahwa berbeda dengan pemain lain seperti Declan Rice yang berada dalam kondisi bugar sepenuhnya, Saka masih harus dipantau hari demi hari. Masalah pada tendon Achilles yang ia dapatkan sejak Maret lalu ternyata belum pulih total.
Warisan Cedera dari Emirates Stadium
Ketangguhan Saka memang menjadi kunci konsistensi Arsenal musim lalu, di mana Mikel Arteta terus memainkannya meski sang pemain kerap melewatkan sesi latihan penuh di tengah pekan. Tuchel mengakui bahwa protokol perlindungan yang diterapkan Arsenal sudah sangat baik, namun hal itu juga yang membuat Inggris kini harus ekstra waspada.
Baca juga: Tuchel: Inggris Bukan Favorit Juara Piala Dunia, Tapi Kami Berani Bermimpi
“Kita masih harus sedikit berhati-hati dengan Bukayo, yang mengalami cedera di kamp pelatihan bulan Maret dan tentu saja, cedera itu berlanjut hingga musim kompetisi klubnya,” kata Tuchel.
"Dia tersedia dan bersedia bermain di akhir musim, dan melakukannya dengan sangat baik, tetapi dia diistirahatkan di antara pertandingan dan itu masih berlanjut sedikit saat ini, jadi kami sedang mempersiapkannya.
"Noni [Madueke] 100% tersedia, Declan [Rice] 100% tersedia dan Ebs [Eze] juga.
"Semua orang terlibat dalam latihan, termasuk Bukayo. Semua orang bersedia bermain, jadi kami memiliki pilihan penuh dan kami perlu mengambil keputusan sekarang di sore hari siapa yang akan menjadi starter, dan berapa menit yang akan kami berikan kepada para pemain. Tetapi mereka datang dengan semangat yang sangat baik dan mereka datang dalam kondisi yang sangat baik."
Menurut arsitek asal Jerman tersebut, Saka saat ini belum memiliki ritme fisik yang ideal untuk melakoni turnamen dengan intensitas tinggi tanpa penyesuaian strategi.
"Tapi dia masih belum 100 persen siap untuk kami. Ada beberapa hal yang kurang pada Bukayo dalam hal latihan berkelanjutan,” jelas Tuchel.
Baca juga: Bukan Bellingham, Tuchel Tunjuk Rice Jadi Wakil Kapten Inggris di Piala Dunia 2026
“Arsenal merawatnya dengan sangat baik dan sangat menyadari hal itu. Jadi, secara bertahap, saat ini dia belum bisa mengikuti setiap sesi latihan sepanjang minggu dan kemudian bermain.
“Saya tidak mengatakan Bukayo belum siap untuk menjadi starter. Tapi saya pikir sangat kecil kemungkinan Bukayo akan menjadi starter dan menyelesaikan semua pertandingan mulai sekarang."
Implikasi Taktis bagi Tiga Singa
Keputusan untuk membatasi menit bermain Saka tentu menghadirkan tantangan taktis bagi Tuchel. Pemain berusia 24 tahun tersebut merupakan salah satu pilar penyerangan paling konsisten bagi Inggris dalam beberapa turnamen besar terakhir.
Jika Saka harus memulai laga dari bangku cadangan, posisinya di sektor sayap kanan kemungkinan besar akan diisi oleh Noni Madueke yang tengah dalam performa impresif. Tuchel juga menyebut nama-mana seperti Morgan Rogers dan Marcus Rashford sebagai opsi rotasi, sembari menegaskan bahwa kerja sama tim jauh lebih penting ketimbang ketergantungan pada satu individu.
“Kami punya Noni yang bersaing dengannya, lalu kami punya Morgan [Rogers], kami punya Rashy [Marcus Rashford], yang bermain untuk Barcelona di sayap kanan,” tambah tuchel.
“Jadi, ada banyak pilihan dan tugas saya adalah menemukan kecocokan, tetapi kejelasan adalah hal yang paling penting dan para pemain tahu di mana mereka dapat bersaing dan mudah-mudahan kami tidak akan melakukan banyak eksperimen di turnamen ini. Kejelasan itu penting.”