Top Skor dan Top Asis di Babak Grup Piala Dunia 2026
Fase grup sudah selesai. 48 tim, 72 pertandingan, ratusan gol. Dan dari semua yang terjadi selama tiga pekan terakhir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu hal yang sudah pasti: persaingan Golden Boot di edisi ini adalah yang paling seru dalam bertahun-tahun. Bukan satu nama yang mendominasi, tapi lima nama besar yang saling kejar dalam jarak tipis, dengan babak knockout yang masih panjang di depan.
Berikut rekap lengkap top scorer dan top assist setelah fase grup Piala Dunia 2026 berakhir.
Top Skor
1. Lionel Messi (Argentina) — 6 Gol
Tidak ada yang lain di posisi puncak. Messi memimpin perburuan Golden Boot setelah fase grup yang spektakuler, hat-trick lawan Aljazair di laga pembuka, brace lawan Austria, lalu satu lagi lewat free kick gemilang lawan Yordania di matchday terakhir.
Hat-trick lawan Aljazair menjadikannya pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu laga Piala Dunia. Lalu dua gol lawan Austria menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol, melampaui rekor Miroslav Klose. Di usia 39 tahun, di Piala Dunia yang kemungkinan besar menjadi yang terakhir baginya, Messi bermain seolah tidak ada beban apapun.
Baca juga: Ini 32 Tim Yang Lolos Di Piala Dunia 2026
2. Kylian Mbappé (Prancis) — 4 Gol
Mbappé mencetak dua gol lawan Senegal di laga pembuka, termasuk satu tembakan jarak jauh di waktu injury time yang membuatnya melampaui Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak Prancis sepanjang sejarah. Ia menambah dua gol lagi lawan Irak. Empat gol dari tiga laga adalah penampilan yang solid, meski Dembélé yang lebih mencuri perhatian di laga terakhir grup.
=2. Ousmane Dembélé (Prancis) — 4 Gol
Cerita mengejutkan fase grup. Dembélé, pemegang Ballon d'Or, mencetak hat-trick dalam 32 menit pertama lawan Norwegia di laga terakhir Grup I, menjadikannya hat-trick tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya ia sudah mencetak satu gol lawan Irak. Empat gol dari dua laga efektif, ini bukan keberuntungan, ini pemain yang sedang dalam puncak performanya.
=2. Vinícius Júnior (Brasil) — 4 Gol
Vinicius mencetak gol di setiap laga fase grup Brasil dengan total empat gol, menjadi salah satu dari hanya lima pemain Brasil yang pernah melakukannya dalam satu edisi Piala Dunia. Yang lebih menakutkan adalah konteks sejarahnya: dalam empat kali sebelumnya hal itu terjadi, Brasil selalu juara dunia. Ia bukan hanya top scorer, ia adalah pemain paling berbahaya di turnamen ini setelah Messi.
=2. Erling Haaland (Norwegia) — 4 Gol
Haaland mencetak gol dalam waktu 30 menit di debut Piala Dunia Norwegia lawan Irak, lalu menambah satu lagi sebelum turun minum untuk membawa negaranya menang 4-1. Ia kemudian mencetak dua gol lagi lawan Senegal dalam kemenangan 3-2. Empat gol dari dua laga sebelum diistirahatkan lawan Prancis. Norwegia bukan favorit untuk juara, tapi selama Haaland masih bermain, ia akan selalu berada dalam perburuan ini.
Pemain dengan 3 Gol
Sejumlah pemain mengejar dengan tiga gol masing-masing: Deniz Undav, Jonathan David, Ismaïla Sarr, Johan Manzambi, Harry Kane, Brian Brobbey, Matheus Cunha, Elijah Just, Yoane Wissa, dan Ismael Saibari.
Top Asis
Di puncak daftar assist, ada logjam ketat dengan tujuh pemain yang berbagi posisi teratas, mencerminkan betapa meratanya kreativitas di turnamen ini.
Nama-nama yang menonjol dalam daftar assist:
Michael Olise (Prancis) — 3 Assist
Baru dua laga dimainkan, dan Michael Olise sudah memuncaki tangga assist dengan tiga. Angka yang butuh waktu satu fase grup penuh, atau bahkan lebih, bagi kebanyakan pemain di edisi 2022 untuk dicapai.
Olise membuka turnamen dengan satu assist di kemenangan 3-1 atas Senegal — memasangkan bola untuk Mbappé sebagai pembuka gol di babak kedua. Meski nama Mbappé yang jadi sorotan lewat brace-nya, Man of the Match malam itu adalah Olise. Ia menambah dua assist lagi di kemenangan 3-0 atas Irak, mengunci tempat Prancis di babak gugur dengan penampilan yang mulus dan presisi tinggi.
Alexander Isak (Swedia) — 3 Assist
Isak datang ke Amerika Utara dalam bayang-bayang musim yang penuh cedera bersama Liverpool. Ia pergi meninggalkan Piala Dunia ini sebagai salah satu pemain paling lengkap di turnamen.
Striker Liverpool itu mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam kemenangan besar 5-1 Swedia atas Tunisia, meraih penghargaan Man of the Match untuk penampilan perdananya di Piala Dunia. Ia lalu menambah satu asis lagi saat kalah melawan Belanda.
Baca juga: Rekor di Piala Dunia 2026: 8 Pemain Usia Kepala Empat Siap Merumput
Bruno Guimarães (Brasil) — 3 Assist
Jika ada satu pemain yang mewakili versi terbaik Brazil yang tanpa banyak sorotan tapi sangat krusial, itu adalah Bruno Guimarães.
Assist perdananya muncul di laga pembuka yang alot melawan Maroko. Guimarães memainkan bola cerdas yang memotong lini pertahanan, menemukan Vinícius Júnior di kotak penalti dan Vinícius melakukan sisanya dengan tembakan keras yang tak terbendung.
Di laga kontra Skotlandia, Guimarães menjadi pemain Brasil pertama yang mencatat lebih dari satu assist dalam satu laga Piala Dunia sejak Kaká melakukannya melawan Pantai Gading pada 2010. Itu bukan catatan sembarangan, Kaká adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah ada.
2 Assist
Di bawah trio pemuncak, ada kelompok besar pemain dengan dua assist yang siap menggeser peringkat begitu babak gugur dimulai.
Nama-nama seperti Bukayo Saka (Inggris), Viktor Gyökeres (Swedia), Breel Embolo (Swiss), Kylian Mbappé (Prancis), Florian Wirtz (Jerman), Roberto Alvarado (Meksiko), Iliman Ndiaye (Senegal), Hannibal Mejbri (Tunisia), Joshua Kimmich (Jerman), Brahim Díaz (Maroko), Denzel Dumfries (Belanda), Martin Ødegaard (Norwegia), Deniz Undav (Jerman), Mohamed Salah (Mesir), Julio Enciso (Paraguay), Chris Wood (Selandia Baru), Houssem Aouar (Aljazair), Nathan Saliba (Kanada) dan Ryan Gravenberch (Belanda) — semua mengumpulkan dua assist di fase grup.