Sejarah dan Daftar Juara Euro Sepanjang Masa
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1960 di Prancis, Kejuaraan Eropa UEFA atau yang lebih akrab kita sapa "Euro" telah bertransformasi dari sekadar turnamen kecil empat negara menjadi ajang sepak bola internasional paling prestisius kedua di dunia setelah Piala Dunia FIFA.
Selama lebih dari enam dekade, turnamen ini telah menjadi saksi lahirnya legenda, kejutan yang tak masuk akal, hingga dominasi dinasti sepak bola tertentu. Berikut adalah laporan mendalam mengenai perjalanan para jawara Benua Biru dari masa ke masa.
Dominasi Spanyol dan Jerman
Hingga edisi terakhir di tahun 2024, Spanyol resmi menasbihkan diri sebagai raja tunggal Eropa. Kemenangan mereka atas Inggris di Olympiastadion Berlin memastikan gelar keempat bagi La Roja, melampaui koleksi tiga gelar milik Jerman (termasuk saat masih sebagai Jerman Barat).
Baca juga: Skuad Spanyol Piala Dunia 2010
Spanyol juga mencatatkan sejarah unik sebagai satu-satunya negara yang mampu mempertahankan gelar secara berturut-turut, yakni pada edisi 2008 dan 2012, di tengah era keemasan tiki-taka mereka.
Kejutan Terbesar: Yunani dan Denmark
Euro dikenal sebagai turnamen yang tidak ramah bagi tim favorit. Sejarah mencatat dua kejutan paling mengguncang dunia sepak bola:
Denmark (1992): Datang sebagai tim pengganti Yugoslavia yang didiskualifikasi karena perang, Denmark yang sedang berlibur musim panas justru melaju hingga final dan mengalahkan raksasa Jerman 2-0.
Yunani (2004): Dengan sepak bola defensif yang disiplin di bawah asuhan Otto Rehhagel, Yunani yang sama sekali tidak diunggulkan berhasil membungkam tuan rumah Portugal di partai puncak.
Daftar Lengkap Juara Euro (1960 - 2024)
| Tahun | Tuan Rumah | Juara | Skor Final | Runner-up |
| 2024 | Jerman | Spanyol | 2-1 | Inggris |
| 2020* | Eropa (Multi-negara) | Italia | 1-1 (3-2 pen) | Inggris |
| 2016 | Prancis | Portugal | 1-0 (a.e.t) | Prancis |
| 2012 | Polandia & Ukraina | Spanyol | 4-0 | Italia |
| 2008 | Austria & Swiss | Spanyol | 1-0 | Jerman |
| 2004 | Portugal | Yunani | 1-0 | Portugal |
| 2000 | Belanda & Belgia | Prancis | 2-1 (g.g) | Italia |
| 1996 | Inggris | Jerman | 2-1 (g.g) | Rep. Ceko |
| 1992 | Swedia | Denmark | 2-0 | Jerman |
| 1988 | Jerman Barat | Belanda | 2-0 | Uni Soviet |
| 1984 | Prancis | Prancis | 2-0 | Spanyol |
| 1980 | Italia | Jerman Barat | 2-1 | Belgia |
| 1976 | Yugoslavia | Cekoslowakia | 2-2 (5-3 pen) | Jerman Barat |
| 1972 | Belgia | Jerman Barat | 3-0 | Uni Soviet |
| 1968 | Italia | Italia | 1-1 / 2-0 (r) | Yugoslavia |
| 1964 | Spanyol | Spanyol | 2-1 | Uni Soviet |
| 1960 | Prancis | Uni Soviet | 2-1 (a.e.t) | Yugoslavia |
Pemegang Gelar Terbanyak
Spanyol (4 Gelar): 1964, 2008, 2012, 2024.
Jerman (3 Gelar): 1972, 1980, 1996.
Baca juga: Daftar Penguasa Supercoppa Italiana
Italia (2 Gelar): 1968, 2020.
Prancis (2 Gelar): 1984, 2000.
Satu Gelar: Uni Soviet, Cekoslowakia, Belanda, Denmark, Yunani, Portugal.
Catatan Jurnalis: Hingga saat ini, Inggris dan Belgia tetap menjadi dua kekuatan besar sepak bola Eropa yang belum pernah mencicipi trofi Henri Delaunay, meski sering kali dijagokan sebagai kandidat juara.