Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Penyerang Sassuolo, Sebastiano Esposito, meluapkan rasa bangga dan haru setelah mendapat pemanggilan pertamanya ke tim nasional senior Italia. Kebahagiaan penyerang berusia 24 tahun tersebut kian lengkap karena momen bersejarah dalam kariernya ini ia lalui bersama sang adik, Francesco Pio Esposito.
Sebastiano meraih kesempatan membela Gli Azzurri setelah tampil impresif di level klub. Sementara itu, Pio, penyerang muda berbakat milik Inter Milan, sudah lebih dulu menembus tim utama Italia. Berada di dalam satu tim nasional yang sama menjadi babak baru yang emosional bagi keluarga Esposito yang berasal dari Castellammare di Stabia.
Dalam pernyataannya, Sebastiano membagikan cerita jenaka mengenai masa kecil mereka bersama saudara tertua mereka, Salvatore Esposito.
Ia mengungkapkan bagaimana dirinya dan Salvatore kerap mendominasi Pio sewaktu kecil hingga hampir mengubah posisi bermain sang adik menjadi seorang penjaga gawang.
"Sewaktu kecil, kami selalu menaruh Pio di dalam gawang. Dia masih pendek saat itu, dan saya bersama Salvatore agak suka memerintahnya. Kami hampir berhasil meyakinkannya untuk menjadi seorang kiper. Untung saja hal itu tidak terjadi,” ungkap Esposito.
Baca juga: Mancini Pasang Badan Usai Panggil 9 Debutan dan Tinggalkan Bintang Veteran
Sebastiano menegaskan bahwa ikatan keluarga mereka tetap sangat erat. Kehangatan dan candaan khas bersaudara senantiasa menghiasi hubungan mereka, terutama jika menyangkut performa di atas lapangan.
“Tidak pernah ada pertengkaran di antara kami; ikatan kami dibangun di atas dasar kasih sayang. Namun, saat Pio gagal mencetak gol, kami akan mengejeknya. Dan hal itu sering terjadi,” tambahnya.
Meskipun telah membela berbagai klub sepanjang karier profesional mereka, Esposito bersaudara tidak pernah melupakan tanah kelahiran mereka di Castellammare di Stabia.
Pemanggilan ini dipandang bukan sekadar pencapaian individu, melainkan buah dari pengorbanan dan mimpi panjang keluarga yang tumbuh dari lapangan-lapangan kecil di kampung halaman mereka.
Baca juga: Maldini Ungkap Alasan Dua Pelatih Muda Italia Batal Nakhodai Azzurri
“Bagi kami, ini adalah sumber kebanggaan. Kami telah melihat banyak kota indah, terutama saya, termasuk di luar negeri, tetapi kota ini tetaplah yang terindah di dunia. Setiap kali ada kesempatan untuk kembali, kami pasti melakukannya dan membantu masyarakat di sana,” ungkapnya..
Momen mengenakan seragam kebanggaan Azzurri secara berdampingan menandai pencapaian langka. Dari dua bocah yang gemar menendang bola di jalanan kota kecil, kini Sebastiano dan Francesco Pio siap bahu-membahu membawa nama negara di panggung Internasional.