Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) secara resmi mengonfirmasi pada Senin bahwa pelatih kepala tim nasional putra AS (USMNT), Mauricio Pochettino, telah menyepakati perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun untuk terus memimpin tim hingga Piala Dunia 2030.  

Keputusan ini memberikan kepastian arah strategis bagi tim nasional AS setelah terhenti di babak 16 besar pada Piala Dunia 2026. Pembahasan mengenai kesepakatan anyar ini sebenarnya sudah berjalan selama beberapa bulan sebelum turnamen dibuka, dengan negosiasi intensif yang memuncak pada pekan-pekan setelah kekalahan dari Belgia.  

"Mauricio dan stafnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat dan proyek baru kami memungkinkan kami untuk membangun kemajuan USMNT dan momentum US Soccer," kata CEO US Soccer JT Batson.

Peran Lebih Luas dalam Peta Sepak Bola AS

Di bawah kesepakatan baru ini, mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea berusia 54 tahun tersebut akan mengemban tanggung jawab yang lebih luas di dalam struktur federasi. 

Baca juga: Norwegia Bersiap Ajukan Pengaduan Resmi Terkait Pembatalan Sanksi Balogun

Selain menangani skuad senior, Pochettino beserta staf kepelatihannya akan memberikan saran teknis untuk pengembangan akademi muda, pelatihan pelatih, dan integrasi dengan liga domestik.  

Dalam pernyataan resminya, Pochettino menyampaikan antusiasmenya untuk melanjutkan proses yang telah ia bangun selama 20 bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa dukungan dan gairah luar biasa dari para suporter selama Piala Dunia 2026 makin memperkuat keyakinannya akan potensi besar sepak bola di Amerika Serikat.  

“Bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola AS selama dua tahun terakhir, menjadi jelas bagi kami bahwa ada potensi luar biasa untuk membuat program Tim Nasional Putra menjadi lebih kuat,” ujar Pochettino.

“Semangat yang kami alami dari para penggemar sepanjang Piala Dunia hanya memperkuat keyakinan kami akan apa yang mungkin terjadi di sini.”

Stabilitas Menuju Siklus Internasional Baru

Siklus pertama kepemimpinan Pochettino diwarnai beberapa momen impresif, termasuk kemenangan dominan 4-1 atas Paraguay pada laga pembuka fase grup dan raihan tiga kemenangan dalam satu edisi Piala Dunia. 

Baca juga: Balogun Akui Intervensi Sanksi FIFA Picu Ketegangan di Skuad AS

Meskipun langkah AS terhenti oleh Belgia di babak 16 besar, pimpinan federasi menilai Pochettino tetap sosok paling tepat untuk meningkatkan standar taktis tim.  

Dengan torehan 17 kemenangan sejak mulai menjabat pada akhir 2024, Pochettino kini langsung memfokuskan perhatiannya pada rotasi skuad dan evaluasi pemain menjelang dimulainya persiapan resmi menghadapi siklus Piala Dunia 2030.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!