Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) terpaksa menelan kekalahan tipis 2-1 dari Jerman dalam laga pemanasan terakhir menjelang Piala Dunia di Soldier Field, Minggu (7/6). Meski gagal meraih kemenangan di depan 63.636 pendukungnya, pelatih kepala Mauricio Pochettino justru mengaku sangat puas dengan karakter dan mentalitas yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.

Kekalahan dari raksasa Eropa ini menjadi alarm sekaligus ujian kesiapan terakhir bagi sang tuan rumah. Kebobolan gol cepat di menit-menit awal sempat mengancam stabilitas tim, namun respons agresif Christian Pulisic dkk membuktikan bahwa armada Pochettino sudah siap tempur secara mental menjelang laga pembuka grup melawan Paraguay, 12 Juni mendatang.

Kebangkitan Setelah Gol Cepat

Pertandingan dimulai dengan mimpi buruk bagi tuan rumah. Baru dua menit laga berjalan, kelengahan lini pertahanan AS dimanfaatkan oleh bintang Arsenal, Kai Havertz, untuk membawa Jerman unggul cepat.

Namun, mental anak asuh Pochettino kali ini terbukti lebih tangguh. Mereka tidak runtuh, melainkan perlahan bangkit, menerapkan garis pertahanan tinggi yang agresif, dan mulai merepotkan lini tengah Jerman.

Baca juga: Pulisic Akhiri Paceklik Gol saat AS Jinakkan Senegal 3-2 Jelang Piala Dunia

Kerja keras tersebut membuahkan hasil fantastis pada menit ke-36. Berawal dari sapuan kurang sempurna lini belakang Jerman setelah sepak pojok Christian Pulisic, bek sayap Antonee Robinson menyambar bola liar dari jarak 25 meter. 

Tendangan voli kerasnya membentur tiang gawang bagian dalam sebelum merobek jala Jerman. Stadion bergemuruh, selebrasi backflip khas "Jedi" Robinson pun tersaji, dan AS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga turun minum.

Gol Sané dan Rotasi Besar-Besaran

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan mulai berubah akibat strategi manajemen skuad yang dilakukan kedua pelatih demi menjaga kebugaran fisik para pemain inti.

Jerman kembali memimpin pada menit ke-56 berkat aksi individu berkelas dari Leroy Sané. Pemain sayap lincah ini melesat melewati adangan pemain bertahan AS sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Matt Freese.

Setelah gol tersebut, ritme permainan menjadi sedikit terfragmentasi seiring banyaknya pergantian pemain. Pochettino melakukan total sembilan pergantian di babak kedua, memberikan menit bermain kepada pilar penting seperti Gio Reyna, Ricardo Pepi, dan Timothy Weah. Kendati rotasi ini memecah ritme serangan AS untuk mengejar gol penyama kedudukan, sang manajer sama sekali tidak kecewa dengan hasil akhir.

"Tantangan yang Luar BIasa"

Berbicara dalam sesi konferensi pers pascapertandingan, Pochettino memuji resiliensi dan mentalitas yang ditunjukkan para pemainnya di bawah tekanan tinggi menghadapi tim papan atas dunia.

"Secara keseluruhan, saya pikir itu adalah penampilan yang bagus. Saya senang dengan penampilan semua orang. Kami bermain melawan salah satu tim terpenting di dunia," kata Pochettino.

"Saya pikir kita harus senang dengan itu. Kami bersaing, (kami) kurang beruntung, saya pikir itu adalah pertandingan yang seimbang... Itu adalah tantangan luar biasa bagi kami untuk melihat bagaimana kami bereaksi, bagaimana kami menunjukkan karakter, bagaimana kami menunjukkan kebersamaan, bagaimana kami mulai bermain di bawah tekanan."

Baca juga: Bintang Muda Jerman Lennart Karl Absen di Piala Dunia Akibat Cedera

Arsitek taktik asal Argentina tersebut juga mengakui besarnya beban fisik yang dipikul skuadnya selama pemusatan latihan intensif dalam dua pekan terakhir.

"Kami menuntut banyak hal dari para pemain dalam dua minggu terakhir. Saya melihat (kami) membebani para pemain dan tim secara berlebihan," lanjut Pochettino.

"Sekarang (kita harus) menilai beban dan bersikap cerdas dalam cara kita akan tiba di pertandingan melawan Paraguay, dalam kondisi terbaik, segar dan penuh energi."

Menuju SoFi Stadium

Dengan berakhirnya rangkaian laga uji coba, fokus utama kini sepenuhnya beralih ke turnamen resmi. Skuad USMNT akan segera bertolak ke Los Angeles untuk mematangkan persiapan menjelang laga pembuka mereka yang sangat dinantikan publik domestik.

Amerika Serikat tergabung di Grup D, yang dihuni oleh deretan lawan yang tidak bisa diremehkan. Langkah awal mereka akan dimulai pada 13 Juni melawan Paraguay di SoFi Stadium, Inglewood. Setelah ujian pertama tersebut, Christian Pulisic dan kawan-kawan dijadwalkan menantang Australia pada 10 Juni, sebelum menutup fase grup dengan menghadapi Turki pada 26 Juni mendatang.

Jika laga uji coba di Chicago ini bisa dijadikan tolok ukur, maka jelas bahwa meski Pochettino masih memiliki beberapa pekerjaan rumah di sektor pertahanan, timnya memiliki kematangan emosional dan determinasi taktis yang dibutuhkan untuk panggung sebesar Piala Dunia. Harapan publik kini melambung tinggi, dan saatnya membuktikannya di lapangan hijau.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!