Pulisic Akhiri Paceklik Gol saat AS Jinakkan Senegal 3-2 Jelang Piala Dunia
Tim nasional Amerika Serikat (USMNT) berhasil memetik modal berharga dalam persiapan akhir mereka menuju Piala Dunia FIFA 2026. Bermain di hadapan 57.741 penonton yang memadati Bank of America Stadium, Charlotte, skuad asuhan Mauricio Pochettino sukses menumbangkan raksasa Afrika, Senegal, dengan skor ketat 3-2 dalam laga uji coba internasional yang berlangsung sengit.
Laga ini menjadi panggung pembuktian bagi sang kapten, Christian Pulisic. Penyerang AC Milan tersebut berhasil mengakhiri masa paceklik golnya yang telah berlangsung selama lima bulan untuk klub dan negara, dengan torehan satu gol dan satu assist. Meski sempat menyia-nyiakan keunggulan dua gol akibat performa gemilang legenda Senegal, Sadio Mané, determinasi tinggi The Yanks akhirnya terbayar tuntas berkat gol penentu dari Folarin Balogun di babak kedua.
Start Kilat Pulisic dan Dest
Amerika Serikat langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Skema menyerang progresif yang diterapkan Pochettino membuahkan hasil instan saat laga baru berjalan tujuh menit. Christian Pulisic dengan cerdik mengirimkan umpan matang yang berhasil dikonversi menjadi gol pembuka oleh bek sayap, Sergiño Dest.
Sihir Pulisic tidak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-20, giliran Ricardo Pepi yang bertindak sebagai kreator. Pepi melepaskan umpan akurat yang membelah lini pertahanan Senegal. Pulisic yang lolos dari kawalan, melakukan satu sentuhan tenang untuk mengecoh kiper Mory Diaw sebelum menceploskan bola dari sudut sempit. Gol ke-33 dalam karier internasional Pulisic ini disambut gemuruh luar biasa dari publik Charlotte, sekaligus meruntuhkan beban mental sang bintang yang sempat mandul sejak akhir tahun lalu.
Baca juga: Infantino Tegaskan Iran Tetap Main di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Kebangkitan Senegal Lewat Brace Mané
Tertinggal dua gol tidak membuat mental anak asuh Pape Thiaw ambruk. Senegal perlahan mulai keluar dari tekanan dan memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah yang tampak rapuh saat mengantisipasi serangan balik.
Satu menit sebelum turun minum, Senegal berhasil memperkecil ketertinggalan. Habib Diarra melepaskan umpan terobosan ke jantung pertahanan AS yang langsung disambar oleh Sadio Mané untuk menaklukkan Matt Turner. Skor 2-1 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Pochettino melakukan eksperimen ekstrem dengan mengganti sepuluh pemain sekaligus, termasuk memasukkan kiper muda debutan Chris Brady, dan hanya menyisakan Sebastian Berhalter di lapangan. Keputusan ini sempat membuat ritme permainan AS goyah.
Hanya delapan menit setelah babak kedua dimulai, sebuah kesalahan koordinasi fatal terjadi di lini pertahanan AS. Miles Robinson melakukan kesalahan saat hendak melakukan backpass saat ditekan oleh Nicolas Jackson. Ia kemudian melambungkan bola melewati Brady yang keluar dari sarangnya, bola liar lalu diserobot oleh Mane.
Balogun Pahlawan Kemenangan
Meskipun momentum sempat beralih ke kubu Senegal, perubahan taktik Pochettino yang memasukkan tenaga-tenaga segar akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63. Lini tengah AS yang kini dikomandani Weston McKennie dan Timothy Weah melakukan kombinasi satu-dua yang apik di sisi kanan.
Weah kemudian melepaskan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Bola sempat mengenai bek Senegal, Moustapha Mbow, namun jatuh tepat di ruang tembak Folarin Balogun. Penyerang asal Monaco tersebut langsung melepaskan sepakan keras kaki kanan yang menghunjam jala gawang Mory Diaw. Gol tersebut memulihkan keunggulan AS menjadi 3-2.
Baca juga: Pochettino Yakin Tottenham Tak Akan Degradasi dari Premier League
Di sisa waktu pertandingan, Amerika Serikat sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk memperlebar jarak, termasuk gol dari Malik Tillman yang dianulir wasit karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu dalam proses serangan. Senegal terus berupaya membongkar pertahanan AS di masa injury time, namun lini belakang tuan rumah kali ini tampil lebih disiplin untuk mengamankan kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan.
Catatan Berharga Bagi Pochettino
Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang sangat masif bagi Amerika Serikat, mengingat ini merupakan kemenangan pertama mereka sejak menumbangkan Uruguay pada November lalu. Kembalinya ketajaman Christian Pulisic di lini depan menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh publik sepak bola Amerika.
Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang saat menghadapi tekanan fisik intensitas tinggi dari tim seperti Senegal tentu menjadi pekerjaan rumah yang menumpuk bagi Mauricio Pochettino. Dengan sisa satu laga uji coba pamungkas melawan Jerman di Chicago pekan depan, AS harus segera membenahi sektor pertahanan sebelum melakoni laga pembuka babak grup Piala Dunia 2026 melawan Paraguay pada 12 Juni mendatang.
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!