Tim nasional Brasil memberikan tontonan yang sangat menghibur bagi para pendukungnya dalam laga perpisahan sebelum bertolak ke Piala Dunia FIFA 2026. Bermain di stadion legendaris, Maracanã, skuad Seleção sukses melibas Panama dengan skor telak 6-2 dalam sebuah pertandingan persahabatan internasional yang diwarnai drama delapan gol.  

Pertandingan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi kedalaman skuad Brasil. Setelah babak pertama yang ketat berakhir dengan keunggulan tipis 2-1 untuk tuan rumah, rotasi besar-besaran yang dilakukan pelatih Carlo Ancelotti di paruh kedua terbukti sangat mematikan. Barisan pemain cadangan Brasil tampil meledak-ledak dan mengoyak lini pertahanan Panama, sekaligus menegaskan kesiapan mereka untuk bersaing di turnamen akbar pertengahan Juni ini.

Perlawanan Sengit Panama di Babak Pertama

Brasil langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya pun instan. Bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, sukses membuka keran gol tuan rumah lewat sebuah tembakan dari luar kotak penalti.

Namun, Panama yang bertindak sebagai tim tamu tidak gentar begitu saja. Anak asuh Thomas Christiansen berhasil menyamakan kedudukan lewat skema tendangan bebas apik yang dieksekusi oleh Michael Murillo. Bola tembakannya sempat mengenai Matheus Cunha sebelum akhirnya berbelok arah dan mengecoh Alisson Becker. Skor imbang 1-1 membuat publik Maracanã sempat terdiam.  

Baca juga: Neymar Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Brazil Karena Cedera Betis

Menjelang turun minum, dominasi penguasaan bola Brasil akhirnya kembali membuahkan hasil. Melalui peninjauan VAR yang cukup menegangkan, gelandang senior sekaligus kapten tim, Casemiro, berhasil menyontek bola masuk ke gawang Orlando Mosquera untuk membawa Brasil kembali memimpin 2-1 di akhir babak pertama.  

Hujan Gol Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Brasil melakukan perombakan total pada susunan pemainnya. Nama-nama besar seperti Vinícius, Raphinha, dan Casemiro ditarik keluar, menyisakan bek Léo Pereira sebagai satu-satunya pemain starter yang bertahan di lapangan. Kiper Ederson Moraes pun masuk menggantikan Alisson. Perubahan masif ini justru membuat serangan Brasil menjadi jauh lebih dinamis dan tak terduga.  

Pesta gol di paruh kedua dimulai oleh aksi penyerang muda, Rayan, yang memanfaatkan kesalahan koordinasi fatal di lini belakang Panama untuk mengubah skor menjadi 3-1. Tak lama berselang, giliran Lucas Paquetá yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60 setelah menyelesaikan kerja sama operan pendek yang apik dengan bek sayap Douglas Santos.  

Unggul tiga gol membuat Brasil semakin di atas angin. Pada menit ke-64, wasit menunjuk titik putih setelah Igor Thiago dilanggar keras di dalam kotak penalti. Penyerang bertubuh kekar tersebut maju sendiri sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan kiper lawan untuk memperlebar jarak menjadi 5-1.  

Baca juga: Ancelotti Bawa Neymar Ke Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Brasil

Tekanan Brasil belum mereda. Memasuki menit ke-80, Danilo, mencetak gol indah setelah menerima umpan matang dari Paquetá. Melalui sebuah manuver memutar yang menawan di dalam kotak penalti, bek veteran tersebut melepaskan tembakan kaki kanan mendatar ke sudut gawang Panama, mengubah skor menjadi 6-1.  

Gol Hiburan Spektakuler Sebelum Peluit Panjang

Meski sudah tertinggal jauh, Panama tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal di sisa waktu pertandingan. Usaha keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-84 melalui sebuah serangan balik cepat. Carlos Harvey melepaskan tembakan roket spektakuler dari luar kotak penalti yang menghujam pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau oleh Ederson.  

Gol hiburan indah tersebut menutup laga yang menghibur ini dengan skor akhir 6-2 untuk kemenangan mutlak Brasil.

Bagi tim pelatih Brasil, kemenangan meyakinkan ini memberikan kepuasan tersendiri terkait ketajaman lini serang mereka yang berhasil mencatatkan efisiensi peluang yang sangat tinggi. Meski koordinasi pertahanan saat mengantisipasi serangan balik dan bola mati masih memerlukan sedikit evaluasi, hasil ini menjadi modal moral yang sempurna bagi sang juara dunia lima kali sebelum mereka memulai petualangan sesungguhnya di Amerika Utara.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!