Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Demam Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memang menyajikan banyak momen dramatis, gol-gol indah, serta adu taktik tingkat tinggi. Namun, di balik megahnya panggung turnamen dan selebrasi di atas lapangan, ada satu sisi cerita menarik yang tertangkap dari bangku cadangan: beberapa nama besar di kancah sepak bola dunia sama sekali tidak menginjakkan kaki di rumput hijau sepanjang turnamen.
Keputusan taktis yang dingin dari pelatih, ketatnya persaingan di posisi utama, hingga masalah kebugaran ringan membuat para bintang ini harus puas menjadi penonton setia dari balik garis lapangan.
Melihat N'Golo Kanté mengawal lini tengah adalah salah satu pemandangan paling ikonis di sepak bola modern. Sebagai pilar penting saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, pemain veteran berusia 35 tahun ini kembali dipanggil oleh Didier Deschamps untuk memberikan pengalaman dan kepemimpinan di ruang ganti Les Bleus.
Namun, Deschamps lebih memilih mengandalkan tenaga-tenaga muda yang lebih segar di sektor tengah. Bahkan pada laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris, pertandingan yang biasanya menjadi panggung rotasi pemain, gelandang pekerja keras ini tetap berada di bangku cadangan. Kanté pun menutup perjalanannya di turnamen internasional kali ini tanpa mencatatkan satu menit pun.
Datang ke Amerika Utara dengan modal statistik mentereng serta penghargaan Golden Glove saat menjadi juara Premier League bersama Arsenal, David Raya diprediksi akan mendapat kesempatan tampil. Banyak pengamat menilai Raya berada dalam bentuk permainan terbaiknya sepanjang karier.
Baca juga: Lautan Merah dan Emas: Dua Juta Pendukung Padati Madrid Sambut Juara Dunia
Sayangnya bagi Raya, jalan Spanyol menuju tangga juara dikawal ketat oleh Unai Simón yang tampil sempurna. Simón tampil luar biasa dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Dengan performa penjaga gawang utama yang begitu konsisten, pelatih Luis de la Fuente tidak menemukan alasan untuk melakukan pergantian di bawah mistar gawang, memaksa Raya hanya menjadi penonton sejak fase grup hingga partai final.
Komposisi lini tengah Inggris menjadi salah satu topik paling hangat di bawah kendali Thomas Tuchel. Situasi ini membuat keputusan untuk menyimpan Kobbie Mainoo sepanjang turnamen menjadi sorotan tajam media-media Inggris.
Gelandang muda berbakat yang tampil mengesankan di level klub dan timnas dalam dua tahun terakhir ini sama sekali tidak diturunkan dalam laga mana pun. Kemalangan Mainoo makin lengkap ketika masalah kesehatan ringan membuatnya terpaksa absen di laga perebutan tempat ketiga, satu-satunya kesempatan terakhirnya untuk beraksi, sehingga ia menjadi satu-satunya pemain non-kiper yang dalam kondisi fit yang tidak dimainkan sama sekali.
Dari lini pertahanan, dua bek tengah papan atas asal Amerika Selatan juga harus gigit jari. Bintang Juventus, Bremer, masuk dalam daftar skuad Brasil racikan Carlo Ancelotti. Namun, ia kalah bersaing dengan duet bek tengah utama yang penampilannya enggan diusik oleh sang pelatih.
Baca juga: Lionel Messi Angkat Bicara Usai Kekalahan Menyakitkan Argentina di Final Piala Dunia
Nasib serupa dialami bek tangguh milik Barcelona, Ronald Araújo. Diharapkan menjadi benteng kokoh bagi Uruguay, skema taktis serta pilihan susunan pemain dari sang pelatih justru membuatnya hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari pinggir lapangan sepanjang langkah La Celeste.
Situasi kiper Inggris tak menyisakan ruang baginya. Jordan Pickford dan Dean Henderson sama-sama mendapat kesempatan bermain, sehingga Trafford tak pernah tampil sama sekali di Piala Dunia.
Bahkan tim juara pun punya bintang yang tak terpakai. Grimaldo masuk skuad juara Spanyol, tapi tak mampu menggeser pilihan utama di posisi bek kiri.
Kedalaman skuad Portugal di lini belakang, dengan Rúben Dias dan Renato Veiga jadi pilihan utama, membuat Inácio tak pernah turun ke lapangan sepanjang turnamen.
Wieffer sempat berpeluang masuk tim usai cedera Jurriën Timber, namun ia juga gagal tampil, dengan Denzel Dumfries yang justru bermain penuh di bek kanan untuk Belanda.
Baca juga: Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia Imbas Perselisihan Sengit dengan FIFA
Spanyol mengangkat trofi juara, mengalahkan Argentina 1–0 lewat perpanjangan waktu di final, tapi tak semua anggota skuad ikut berperan. Muñoz absen di laga-laga awal karena cedera dan tak pernah tampil.
Pada format baru Piala Dunia dengan 48 tim yang menuntut rotasi akibat jadwal padat serta perjalanan jauh melintasi tiga negara tuan rumah, kedalaman skuad memang sangat krusial. Namun, seperti yang dirasakan para bintang di atas, dipanggil masuk ke dalam skuad bertabur bintang memang menjamin satu tempat di pesawat, tetapi tidak menjamin satu menit pun di atas lapangan.