Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, menegaskan bahwa skuad Die Mannschaft dilarang keras larut dalam euforia dan cepat puas setelah memetik kemenangan telak 7-1 atas Curacao pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Houston Stadium. Nagelsmann mengingatkan pasukannya bahwa ujian yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata jika mereka berambisi melangkah jauh dalam turnamen ini.  

Pesta gol di Texas tersebut memang menjadi awal yang ideal bagi juara dunia empat kali itu lewat sumbangan dua gol Kai Havertz, serta gol-gol dari Felix Nmecha, Nico Schlotterbeck, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav. Kendati demikian, kegagalan mengantisipasi serangan balik yang sempat membuat tim debutan Curacao menyamakan kedudukan 1-1 melalui Livano Comenencia menjadi catatan merah yang langsung disorot tajam oleh sang juru taktik.  

Sempat Kehilangan Ritme di Paruh Pertama

Menghadapi tim non-unggulan seperti Curacao, Jerman langsung tancap gas sejak menit awal dan unggul cepat melalui aksi Felix Nmecha di menit keenam. Namun, kejutan terjadi pada menit ke-21 saat Curacao yang bermain tanpa beban berhasil menghukum kelengahan lini belakang Jerman untuk membuat skor menjadi imbang.  

Baca juga: Jerman Menang Telak 7-1 di Laga Debut Curacao di Piala Dunia

Nagelsmann mengakui gol penyeimbang tersebut sempat mengacaukan skema permainan anak asuhnya. Jerman butuh waktu hampir dua puluh menit untuk kembali menemukan bentuk permainan terbaik mereka sebelum akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 lewat gol Schlotterbeck dan eksekusi penalti Havertz.  

"Pertandingan dimulai dengan sangat baik, 15 menit pertama fantastis," kata Nagelsmann. "Kami memiliki banyak peluang. Gol penyama kedudukan dari Curaçao tidak terduga, tetapi sangat menarik untuk melihat bagaimana tim bereaksi terhadapnya.

"Curaçao bermain lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang di Jerman, dan mereka bermain berbeda dari sebelumnya dan dengan keberanian. Mencetak tujuh gol bukanlah hal mudah, jadi kami cukup puas."

Tuntut Intensitas Penuh untuk Laga Berikutnya

Jerman tampil jauh lebih kejam di paruh kedua dengan menggelontorkan empat gol tambahan tanpa balas. Walau mengaku sangat puas dengan produktivitas lini serangnya yang melepaskan total 26 tembakan sepanjang laga, Nagelsmann menekankan bahwa performa secara keseluruhan masih menyisakan ruang besar untuk perbaikan.

Mantan pelatih Bayern Munich itu menilai faktor kesabaran dan intensitas bermain menjadi kunci utama yang menyelamatkan Jerman dari potensi hasil buruk di babak pertama. Sikap pantang mengendurkan tekanan inilah yang wajib dijaga oleh Joshua Kimmich dan kolega di laga-laga selanjutnya.  

"Kami berada di jalur yang benar, tetapi ada hal-hal yang dapat kami lakukan dengan lebih baik dan kami akan menghadapi lawan yang lebih tangguh di turnamen ini,” tambahnya.

Baca juga: Tak Remehkan Curacao, Tapi Schlotterbeck Yakin Jerman Bisa Menang

"Satu tim (Jerman) memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dan satu tim (Curacao) tidak, dan itu rumit. Saat skor 1-1, kami harus bersabar, dan tim benar-benar ingin memberikan 100%. Kami bermain dengan intensitas yang tepat. Jika kami melakukan itu, kami bisa menjalani turnamen yang bagus.

"Kami benar-benar membutuhkan kemenangan meyakinkan ini, dan kepercayaan diri yang akan diberikannya kepada kami. Kepercayaan diri itu selalu ada, tetapi telah tumbuh. Penting untuk menunjukkan kepada orang-orang di Jerman bahwa kami mampu tampil."

Menanti Kereta Tanpa Rem di Toronto

Kemenangan besar ini menjadi suntikan moral yang sangat krusial bagi publik sepak bola Jerman setelah rentetan hasil minor yang membayangi tim nasional mereka dalam beberapa tahun terakhir. Usai peluit panjang berbunyi, ribuan suporter di tribun bahkan serempak menyanyikan lagu "The Train Has No Brakes" (Kereta ini tidak memiliki rem).  

Nagelsmann pun berharap anak asuhnya bisa menjaga filosofi kereta cepat tersebut demi mempertahankan takhta di Grup E. Ujian sesungguhnya bagi Jerman akan tersaji pada laga kedua saat mereka dijadwalkan menantang kekuatan fisik Pantai Gading, yang baru saja menumbangkan Ekuador, di Toronto pada 21 Juni 2026.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!