Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih kepala tim nasional Italia, Roberto Mancini, mengonfirmasi akan melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain Azzurri menjelang laga UEFA Nations League melawan Turki di Stadio Dall'Ara, Bologna. Dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Mancini memperingatkan anak asuhnya agar tidak memandang sebelah mata kekuatan lawan, sekaligus melontarkan pembelaan hangat kepada juru taktik Turki, Vincenzo Montella.
Keputusan merombak skuad diambil Mancini menyusul padatnya jadwal kalender internasional yang memaksa para pemain melakoni empat pertandingan dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Usai bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Prancis, kekhawatiran akan kelelahan fisik membuat Mancini harus menyegarkan komposisi tim.
Meskipun Turki datang dengan tren kurang memuaskan setelah menelan kekalahan dari Belgia, Mancini menegaskan bahwa tim asuhan Montella memiliki kualitas teknis yang sangat berbahaya jika diberi ruang.
“Kesalahan terbesar yang bisa kita lakukan adalah menganggap hari esok akan mudah. Kita tidak boleh meremehkan Turki hanya karena mereka kalah dari Belgia,” kata Mancini.
Mancini juga pasang badan membela Montella, mantan rekan duetnya semasa membela Sampdoria, yang sedang berada di bawah tekanan tajam media. Mancini menilai hasil kerja Montella yang berhasil membawa Turki lolos ke putaran utama Piala Dunia dan mempromosikan mereka ke League A Nations League adalah bukti nyata kapasitas sang pelatih.
Baca juga: ‘Butuh Mereka Kena Flu Berat’: Mancini Lemparkan Guyonan Jelang Lawan Prancis
"Menurut saya, Montella telah bekerja dengan baik dan Turki adalah tim yang hebat," tegas Mancini.
"Mungkin saat ini mereka sedang tidak dalam performa terbaik, namun orang-orang harus mengakui bahwa Montella berhasil membawa tim ini kembali ke Nations League A dan lolos ke Piala Dunia. Mereka memiliki banyak talenta dan hanya kurang beruntung di Piala Dunia."
Langkah rotasi Mancini dipastikan makin tak terelakkan setelah penyerang Moise Kean dipulangkan dari pemusatan latihan akibat cedera tulang kering. Absennya Kean membuka kesempatan bagi Gianluca Scamacca untuk tampil sebagai starter di lini serang Italia.
Baca juga: Tebus Dosa Cetak Gol Lawan Turki, Bastoni: Saya Berutang pada Rakyat Italia
Selain Scamacca, beberapa perubahan juga diprediksi terjadi di lini tengah dan sektor pertahanan demi menjaga intensitas permainan. Gelandang Nicolò Barella, yang turut mendampingi Mancini dalam jumpa pers, menekankan pentingnya menjaga fokus tinggi dan tampil lebih efektif di depan gawang.
Di akhir keterangannya, Mancini mengakui bahwa format baru pertandingan internasional empat laga berturut-turut sangat menguras stamina para pemain. Namun, ia optimistis kedalaman skuad Italia siap mengamankan hasil terbaik untuk menutup jeda internasional kali ini.