Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bek tengah Tim Nasional Italia, Alessandro Bastoni, mengaku merasa "berutang besar kepada seluruh rakyat Italia" atas kartu merah berujung bencana pada laga play-off Kualifikasi Piala Dunia beberapa waktu lalu. Pengakuan emosional tersebut disampaikan pemain Inter Milan itu setelah mencetak gol pembuka yang membawa Gli Azzurri meraih kemenangan telak 4-1 atas Turki dalam lanjutan UEFA Nations League di Bursa, Selasa (29/9) dini hari WIB.
Laga ini menjadi penampilan perdana Bastoni bersama tim nasional setelah menjalani masa hukuman larangan bertanding. Sebelumnya, pelanggaran keras yang berbuah kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina menjadi pemicu utama kegagalan tragis Italia melangkah ke putaran final Piala Dunia.
Kembali masuk ke dalam starting line-up dalam skema perombakan pemain yang diterapkan pelatih Roberto Mancini, Bastoni hanya membutuhkan sembilan menit untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan bola liar hasil sapuan yang tak sempurna dari lini belakang Turki, bek berusia 27 tahun itu melepaskan tembakan voli keras yang menghujam gawang Altay Bayındır.
Baca juga: UEFA Nations League: Italia Menang Telak 4-1 di Kandang Turki
Gol tersebut membuka kran gol Italia yang disusul oleh torehan Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Francesco Pio Esposito. Turki hanya mampu membalas satu gol melalui aksi Barış Alper Yılmaz di awal babak kedua. Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang kebangkitan bagi Gli Azzurri yang pada laga sebelumnya takluk 0-2 dari Belgia.
"Sangat tidak terhindarkan pikiran saya kembali melayang ke malam kelam laga play-off itu. Saya merasa akan terus berutang kepada seluruh rakyat Italia selama empat tahun ke depan. Ketika berada di situasi yang sulit, saya hanya berusaha menghadapinya dengan kepala tegak dan bertanggung jawab penuh."
“Mau tak mau, pikiran saya kembali teringat pada Zenica (lokasi laga play-off Piala Dunia),” aku Bastoni kepada RAI Sport.
“Saya akan merasa berutang kepada masyarakat Italia selama empat tahun ke depan. Saat menghadapi situasi sulit, saya selalu memilih untuk bangkit dengan kepala tegak dan memikul tanggung jawab saya.”
Bastoni menegaskan bahwa seluruh elemen di dalam tim nasional menyadari betul luka mendalam yang dirasakan para pendukung akibat kegagalan melangkah ke Piala Dunia.
Namun, ia berharap kemenangan meyakinkan di Bursa dapat menjadi titik balik pertama bagi Azzurri untuk merangkak keluar dari titik terendah.
“Kami sempat mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, namun kami ingin bangkit kembali. Kami hanya meminta keseimbangan dan kesabaran dalam menilai tim ini, karena ada banyak pemain muda yang ingin belajar,” tambahnya.
Baca juga: ‘Tak Punya Totti dan Del Piero’: Mancini Blak-blakan Soal Krisis Talenta Italia
"Menurut saya, ini soal sikap, karena tidak mudah menjalani hidup dengan media sosial di Italia saat Anda harus menghadapi berbagai macam komentar yang ditujukan kepada Anda.
"Itulah sebabnya saya meminta para penggemar untuk menyalahkan kami yang lebih senior dan memiliki mental lebih tangguh dibandingkan para pemain muda."
Meskipun sukses memetik tiga poin penting di markas lawan, Bastoni mewanti-wanti rekan-rekan setimnya agar tidak cepat berpuas diri. Ia mengingatkan bahaya terjebak dalam euforia sesaat yang pernah menjadi batu sandungan bagi Italia di masa lalu.
“Secara keseluruhan, kami masih tim yang muda; kami memiliki kualitas dan ingin membuktikan kemampuan kami,” pungkas Bastoni.
“Kami tidak boleh terlalu larut dalam euforia saat ini; tahun lalu kami juga sempat mengalami momen-momen gemilang, namun kita tahu apa yang kemudian terjadi. Setidaknya, menyenangkan rasanya bisa merasa bahagia sesekali.”
Kemenangan 4-1 atas Turki membawa Italia mengamankan poin penuh pada putaran kedua Group 1 League A UEFA Nations League, sekaligus memberikan napas lega bagi perjalanan pembangunan ulang skuad Azzurri.