Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Tim Nasional Italia, Roberto Mancini, melontarkan nada penuh humor sekaligus respek mendalam saat bersiap memimpin skuad Azzurri menantang Prancis yang kini ditangani Zinedine Zidane pada ajang UEFA Nations League di Stade de France. Dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan, mantan juru taktik Manchester City tersebut bercanda bahwa anak asuhnya mungkin membutuhkan jajaran bintang Les Bleus terserang "flu berat" agar tingkat permainan kedua tim menjadi sedikit lebih seimbang di lapangan.
Laga yang berlangsung di Paris ini menjadi momen penting bagi perjalanan kedua tim. Bagi Zidane, pertandingan ini menandai laga kandang pertamanya sejak ditunjuk menangani Timnas Prancis, mengawali era baru pasca-era kepelatihan sebelumnya dengan dua kemenangan tandang tipis 1-0 atas Turki dan Belgia. Di sisi lain, Italia datang dengan modal kepercayaan diri yang berangsur pulih usai memetik kemenangan telak 4-1 atas Turki setelah sempat menyerah 0-2 dari Belgia pada laga pembuka.
Mancini menyadari betul melimpahnya kualitas materi pemain yang dimiliki Prancis saat ini. Meskipun tuan rumah dipastikan tampil tanpa beberapa pilar seperti Kylian Mbappé, kehadiran deretan penyerang tajam seperti Ousmane Dembélé, Michaël Olise, hingga bakat muda Désiré Doué tetap menjadi ancaman mengerikan bagi barisan pertahanan Italia.
Baca juga: UEFA Nations League: Italia Menang Telak 4-1 di Kandang Turki
Kondisi ketimpangan kedalaman skuad inilah yang memicu kalimat jenaka dari pelatih berusia 61 tahun tersebut saat ditanya mengenai strategi meredam gempuran lini depan lawan.
“Prancis lebih maju dalam proses mereka dibandingkan kami, namun menurut saya ini tetap akan menjadi tantangan tingkat tinggi,” kata Mancini.
“Menarik rasanya bisa mencoba mengalahkan pemain-pemain seperti Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Désiré Doué. Kami butuh mereka semua terkena flu berat supaya performa Prancis bisa sedikit menurun...
“Meski demikian, kami ingin memberikan kesan positif di sini; kami tidak akan sekadar bermain bertahan. Tujuannya selalu bermain untuk meraih kemenangan.”
Pertemuan di Paris ini juga menyita perhatian publik karena mempertemukan dua sosok legendaris lapangan hijau yang kini sama-sama menempati kursi kepelatihan tim nasional.
Kendati demikian, Mancini dengan cepat menepis anggapan adanya persaingan pribadi antara dirinya dan Zidane.
Baca juga: Tebus Dosa Cetak Gol Lawan Turki, Bastoni: Saya Berutang pada Rakyat Italia
Bagi Mancini, fokus utama tetap berada pada performa para pemain di atas rumput hijau, bukan pertarungan gengsi antar manajer di pinggir lapangan.
“Menghadapi Zidane akan menjadi hal yang menyenangkan, namun ini bukanlah duel antara kami berdua,” tegas Mancini.
“Ini akan menjadi pertandingan hebat antara tim Prancis dan Italia yang sama-sama masih dalam tahap mencari bentuk permainan terbaik. Apa pun hasilnya, saya merasa pertandingan ini akan sangat bermanfaat bagi proses yang sedang berjalan.”
Laga sengit di Paris ini diharapkan menjadi ujian nyata bagi proses regenerasi skuad Italia di bawah arahan Mancini, sekaligus menjadi pembuktian perdana bagi stabilitas era kepelatihan Zinedine Zidane di hadapan pendukung Les Bleus.