Kimmich Minta Jerman Tetap Membumi dan Pasang Badan untuk Sané
Kapten tim nasional Jerman, Joshua Kimmich, langsung memberikan peringatan keras kepada rekan-rekannya untuk tidak jemawa setelah membantai Curaçao 7-1 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026. Kimmich menegaskan bahwa kemenangan besar atas tim debutan tersebut barulah langkah awal, dan ujian sesungguhnya bagi Die Mannschaft baru akan dimulai pada laga-laga berikutnya.
Langkah preventif ini diambil Kimmich demi menjaga fokus tim. Jerman datang ke turnamen ini dengan beban berat untuk menghapus memori kelam setelah berturut-turut tersingkir secara memalukan di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
“Itu adalah kemenangan yang meyakinkan. Kami sempat kesulitan selama lima menit. Kami kebobolan sangat sedikit dan bisa saja mencetak lebih banyak gol. Kami melihat di pertandingan pertama tim lain bahwa menang melawan lawan yang lebih lemah bukanlah hal yang mudah,” kata Kimmich dalam jumpa pers di markas latihan.
Baca juga: Jerman Menang Telak 7-1 di Laga Debut Curacao di Piala Dunia
Pernyataan sang kapten memang beralasan. Ketika raksasa Eropa lainnya seperti Spanyol harus ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde, Jerman tampil tanpa celah. Meski begitu, Kimmich memilih langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi duel fisik sengit yang akan disuguhkan oleh Pantai Gading dan Ekuador di sisa laga Grup E.
Pembelaan untuk Leroy Sané
Selain membahas peta persaingan turnamen, Kimmich menggunakan sebagian besar waktunya di depan media untuk membentengi rekannya, Leroy Sané, dari gelombang kritik.
Kendati tim menang besar, performa Sané tetap menjadi sasaran empuk kritikus. Bahkan, jajak pendapat terbaru dari media Jerman, Kicker, menunjukkan 77% responden menuntut agar pemain sayap tersebut dicadangkan pada laga berikutnya.
Kimmich dengan tegas pasang badan dan menolak narasi negatif tersebut. “Saya melihat itu dan jujur saja, saya rasa kritik itu tidak bisa dipahami,” jelas Kimmich. “Saya pikir dia sangat berkomitmen, dia tidak pernah meninggalkan saya sendirian dalam situasi serangan balik dan selalu berlari kembali untuk membantu pertahanan.”
Menekankan pentingnya keharmonisan di dalam ruang ganti, Kimmich menambahkan bahwa kontribusi pemain tidak melulu soal statistik di atas kertas.
“Tentu saja dia tidak mencetak gol, yang menjadi tolok ukur penilaian sebagai pemain menyerang, tetapi yang terpenting adalah secara internal, kami tidak menilai pemain berdasarkan hal itu,” tambah Kimmich.
“Saya tidak mengerti kritik setelah kemenangan 7-1, terutama ketika Anda melihat bahasa tubuh Leroy, yang selalu menjadi poin kritik.
Baca juga: Nagelsmann Ingatkan Jerman Jangan Jemawa usai Cukur Curacao 7-1
“Dia selalu menjadi yang pertama merayakan gol, bahkan sebelum bola masuk. Bagi saya itu menunjukkan bahwa tim adalah hal terpenting baginya. Bagi saya dia memainkan permainan yang bagus dari perspektif tim.”
Memburu Stabilitas Defensif
Walaupun armada Julian Nagelsmann tengah menikmati tren positif dengan catatan 10 kemenangan beruntun di semua ajang, Kimmich tetap menyoroti lini belakang. Kebobolan satu gol dari pemain Curaçao, Livano Comenencia, dinilai sebagai noda yang seharusnya bisa dihindari jika Jerman ingin membangun kembali reputasi mereka sebagai tim dengan pertahanan baja yang kokoh di turnamen besar.
“Kami baru saja memainkan pertandingan pertama kami, melawan lawan yang jelas bukan tim kelas dunia. Kami akan melakukan beberapa penyesuaian sekarang, yang akan memberi kami gambaran yang lebih baik tentang posisi kami,” tegasnya.
“Saya percaya kami memiliki banyak kualitas dan dapat menyulitkan tim-tim besar. Tentu saja, kami perlu meningkatkan stabilitas kami – kami terlalu banyak kebobolan gol, dan itu tidak boleh terjadi saat melawan tim-tim papan atas.”
Di penghujung konferensi pers, isu bursa transfer klub juga sempat mencuat. Terkait rumor panas bek muda Eintracht Frankfurt, Nathaniel Brown, yang dikabarkan segera merapat ke Bayern Munich dengan nilai transfer €55 juta, Kimmich mengaku belum menjalin komunikasi pribadi dengannya. Meski demikian, ia tak ragu melayangkan pujian atas debut berani yang ditunjukkan pemain muda tersebut di panggung Piala Dunia.
Jerman kini bersiap mengamankan tiket menuju babak sistem gugur saat mereka ditantang oleh ketangguhan fisik Pantai Gading pada hari Minggu ini.