Penyerang tim nasional Swiss, Breel Embolo, seharusnya tidak diusir keluar lapangan saat laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina bulan ini. Hal tersebut ditegaskan oleh badan pembuat aturan sepak bola dunia (IFAB) melalui edaran resminya pada Selasa. Pernyataan ini menjadi pengakuan mengejutkan yang mencoreng salah satu momen paling kontroversial di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Swiss akhirnya kalah 1-3 melalui babak perpanjangan waktu di Kansas City setelah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72. Keputusan wasit João Pinheiro mengagalkan momentum bangkit anak asuh Murat Yakin, hanya lima menit setelah Dan Ndoye menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kontroversi Protokol VAR

Petaka bagi Swiss bermula ketika Embolo terjatuh saat berduel dengan gelandang Argentina, Leandro Paredes. Wasit awalnya memberikan hadiah pelanggaran untuk Swiss dan melayangkan kartu kuning kepada Paredes. 

Baca juga: Argentina Kalahkan 10 Pemain Swiss 3-1 di Perpanjangan Waktu

Namun, petugas VAR Guillermo Pacheco Larios meminta wasit melakukan peninjauan di pinggir lapangan (on-field review) menggunakan klausul "salah identitas" (mistaken identity).

Setelah melihat monitor, wasit secara mengejutkan membatalkan kartu kuning Paredes dan menilai Embolo melakukan diving. Kartu kuning kedua pun dilayangkan kepada Embolo yang berujung kartu merah, memaksa Swiss bertarung dengan kekurangan jumlah pemain di sisa laga.

Pengakuan Resmi IFAB

Dalam edaran resminya, IFAB menjelaskan bahwa penggunaan protokol VAR pada insiden tersebut telah menyalahi aturan. Kriteria mistaken identity seharusnya hanya digunakan untuk memastikan pemain yang benar-benar melakukan pelanggaran mendapat kartu, bukan untuk menilai ulang jenis pelanggaran demi mengeluarkan kartu kuning baru atas dugaan simulasi.

“Kartu kuning (peringatan) yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dikenai sanksi; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau/diubah,” tulis IFAB.

“Penggunaan klausul kesalahan identitas untuk menangani simulasi selama Piala Dunia diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan rinci protokol VAR yang diumumkan dalam surat edaran nomor 32. Namun, hal itu tidak dapat digunakan sampai tinjauan tersebut selesai.”

Baca juga: Tersingkir Tragis, Swiss Tetap Pulang dari Piala Dunia dengan Kepala Tegak

IFAB menambahkan bahwa meskipun uji coba perluasan klausul tersebut untuk kasus simulasi mendapat respons positif, aturan yang berlaku saat ini secara sah belum mengizinkan penerapannya di lapangan.

Kerugian Telak bagi Swiss

Pengakuan IFAB ini menjadi kabar yang menyakitkan bagi skuad Swiss. Usai laga tersebut, pelatih Murat Yakin tak mampu menyembunyikan kekecewaannya karena keputusan keliru itu terbukti merusak peta kekuatan tim di fase krusial.

Tampil kelelahan setelah berjuang dengan 10 pemain selama lebih dari 50 menit, gawang Swiss akhirnya bobol dua kali di babak perpanjangan waktu lewat gol Julián Álvarez dan Lautaro Martínez, yang melapangkan jalan Argentina menuju babak semifinal.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!