FIFA resmi membuka investigasi disiplin atas kericuhan berdarah yang meletus sesaat setelah peluit panjang final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. Kemenangan tipis Spanyol 1–0 atas Argentina yang seharusnya menjadi panggung perayaan sepak bola berubah menjadi arena bentrok fisik, membuat sejumlah bintang Albiceleste kini terancam hukuman larangan bertanding dalam jangka waktu lama.

Sejumlah pilar tim nasional Argentina dan staf pelatih terancam sanksi berat setelah terlibat dalam bentrokan liar di tengah lapangan. Ketegangan yang terakumulasi sepanjang 120 menit meledak begitu wasit menyudahi pertandingan, mencoreng pesta kemenangan Spanyol yang berhasil mengamankan gelar juara dunia kedua mereka.

Detik-Detik Meletusnya Kericuhan

Laga final berlangsung panas dan menguras emosi. Spanyol akhirnya memecah kebuntuan pada babak kedua perpanjangan waktu lewat gol tunggal Ferran Torres yang memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams.

Baca juga: Lionel Messi Angkat Bicara Usai Kekalahan Menyakitkan Argentina di Final Piala Dunia

Namun, rasa frustrasi para pemain Argentina tak terbendung begitu peluit akhir berbunyi. Kericuhan bermula ketika bek Argentina, Nahuel Molina, terlihat mengayunkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri, yang sedang berlari merayakan kemenangan.

Situasi makin tidak terkendali saat Leandro Paredes mendatangi bek Spanyol Eric García dan mencekik lehernya sebelum mendorong Gavi hingga tersungkur, yang berujung kartu merah setelah pertandingan usai. Tidak berhenti di situ, asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga tertangkap kamera berusaha memukul penyerang Spanyol, Dani Olmo, di tengah kekacauan tersebut.

Analisis dari berbagai pengamat mengecam keras tindakan tersebut. Bintang-bintang Argentina dinilai gagal menjaga profesionalisme dan martabat saat menerima kekalahan, membuat perayaan gelar juara Spanyol ternoda oleh aksi kekerasan yang tidak pantas di panggung terbesar sepak bola dunia.

Investigasi FIFA

Melalui pernyataan resminya, badan pengatur sepak bola dunia tersebut mengonfirmasi penunjukan Jaksa Disiplin dan Etika sesuai dengan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA.

Baca juga: Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia Imbas Perselisihan Sengit dengan FIFA

“Setelah melakukan penilaian terhadap laporan pertandingan terkait final Piala Dunia FIFA antara Spanyol dan Argentina, dan sesuai dengan pasal 36 Kode Disiplin FIFA (FDC), Komite Disiplin FIFA telah menunjuk Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran FDC terkait insiden pasca pertandingan,” bunyi pernyataan FIFA.

Penyelidikan ini akan mencakup berbagai pelanggaran berat, mulai dari serangan fisik di lapangan hingga pelanggaran prinsip fair play yang berpotensi mencoreng nama baik sepak bola internasional.

Ancam Langkah Argentina di Masa Depan

Hasil dari investigasi ini berpotensi menjadi mimpi buruk bagi pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Gelombang sanksi dan larangan berlaga yang membayangi para pemain kunci seperti Paredes dan Molina akan sangat merugikan Argentina dalam menghadapi agenda babak kualifikasi mendatang.

Baca juga: Paredes Kartu Merah, Ambisi Juara Bertahan Argentina Berakhir dengan Baku Hantam

Selain bentrokan fisik di laga final, jaksa FIFA juga tengah mendalami tuduhan sekunder terkait aksi berbau politik.

Usai kemenangan 2-1 atas Inggris di babak semifinal di Atlanta, beberapa penggawa Argentina, termasuk Lisandro Martínez dan Giovani Lo Celso, terpotret membentangkan spanduk suporter bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas".

Pasal 34.3 regulasi turnamen secara tegas melarang segala bentuk pesan atau slogan politik dalam kompetisi resmi FIFA. Para pemain yang terlibat beserta federasi AFA kini terancam sanksi larangan bertanding beberapa laga serta denda finansial yang cukup besar menjelang jeda internasional mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!